Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Terperosok Kedalam Got | Tugas Kuliahku

Terperosok Kedalam Got

Memalukan!! Itulah kata pertama setelah kaki ini terperosok ke dalam sebuah Got di dalam pasar Senen. Hari itu hari sabtu, tepatnya 19 November 2016. Sebelumnya aku ada janjian dengan 2 orang teman dari kampung untuk makan “mie gomak” di pasar senen. Semua orang Batak tahu betul apa itu mie gomak, goreng posat, dan miso. Jika kamu tinggal di Jakarta, datang sajalah ke Senen, masuklah kedalam pasar tradisional senen di dekat penjualan ikan asin, nah disitu ada banyak yang menjual masakan khas batak, mulai dari Naniura, Mie Gomak, Miso, Babi panggang, sop anjing, dan lain-lain. Semua ada dan serba komplit.

Rencananya pukul 14.00 kita meet up di senen meski sebenarnya dari pagi harinya aku ada acara di Kementerian Perekonomian Republik Indonesia. Setelah selesai acara, aku langsung terjun ke pasar senen, kebetulan tidak jauh dari gedung Kemenko.

Saat itu aku sudah sampai di terminal senen, “kalian dimana?” aku tanya teman lewat BBM

“lagi belanja baju di serba gocengan, duluan saja ke mie gomak, nanti kami nyusul.”

“baiklah!”, aku langsung ke tempat mie gomak.

Sambil menuju tempat mie gomak yang ada di tengah-tengah pasar senen, aku melihat-lihat baju dan tas yang dijual di pasar itu walau sebenarnya tak berniat buat beli. 10 meter menjelang tempat mie gomak, aku melihat lewat setengah tembok ke samping.

“wahhh, mantep nih mie gomak, kebetulan lagi lapar juga,” makin tak kuasa menahan lapar

5 meter menjelang tempat makan mie gomak, aku melihat sebuah saluran got air yang kotor, hitam, dan ada banyak bintik-bintik warna kuning bertebaran. Diatas got itu, ada papan kecil yang saya pikir papan itu memang berfungsi untuk diinjak oleh pejalan kaki. Kaki kanan mendekati papan, kaki kiri menginjak papan.

“braaaaaakkkkkkk…….pussssssss” wajahku pucat, mataku kaget kepalang, jantungku berkontraksi 100 kali lebih kencang. Belum sempat aku melihat kakiku, aku melihat ada beberapa orang yang memperhatikan kakiku yang sudah masuk hingga selutut sebelah kiri ke got. Dengan berbahan malu dan memasang muka tembok, akhirnya aku angkat kakiku dari dalam got dan pemandangan menjinjikkan serta bau yang tak sedap melumpuri kakiku sebelah kiri.

Aku merasakan sepatu pantoefl aku dipenuhi air got hitam campur kuning berbau WC.

“duhhhh, gimana ini? padahal teman-teman sudah pasti menuju ke tempat makan” gumanku dalam hati.

Spontan, melihat seorang gadis paruh baya didepanku,
“mbak, toilet ada disebelah mana?”

Sambil menunjuk dengan tangan kiri, “toilet ada disana mas, lurus saja”.

Sambil menahan malu, bau, dan basah aku melangkahkan kaki ke arah tempat grosir pasar senen. Di lantai dasar, aku mencuci kaki celana bagian kiri, membilas kaus kaki sebelah kiri, dan mencuci sepatu kiri. Butuh 20 menit aku rasa biar baunya dan warna jorok ini bisa hilang segera.

Warna hitam dan kuning sudah hilang, tapi baunya tetap saja nempel dan masing menyengat tajam. Aku basuh lagi, peras, dan cuci. Sepatu aku rendam di bak airnya, aku kucek-kucek hingga baunya tidak terlalu tajam.


Setelah itu, aku kembali dengan kaki setengah basah, beruntung celanaku celana bahan berwarna hitam jadi tidak jelas sebenarnya kaki sebelah kiri basah atau kering sama saja. Setelah itu, akhirnya aku makan mie gomak bersama teman, meski sebenarnya mood aku sudah tidak baik lagi untuk makan karena bau got dan ingatan warna itu masih teringat jelas di ingatan. Semoga saja ini jadi pelajaran agar lebih berhati-hati berjalan dimanapun.