Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. CIRI-CIRI MANUSIA BERKUALITAS | Tugas Kuliahku

CIRI-CIRI MANUSIA BERKUALITAS


        Untuk mewujudkan administrasi/manajemen sumber daya manusia yang efektif dan efesien, perlu disepakati terlebih dahulu tujuannya. Diatas telah berulang kali disinggung bahwa yang hendak dicapai adalah mewujudkan angkatan kerja yang berkualitas, agar dapat ikut berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Untuk itu perlu diidentifikasi karakteristik atau ciri-ciri manusia berkualitas, baik secara universal maupun sesuai dengan kondisi Indonesia. Karakteristik yang dimaksuda adalah :
1.      Produktif
            Seseorang dikatakan berkualitas apabila dalam kehidupan sehari-hari mampu menghasilkan sesuatu dengan memiliki lapangan kerja dan berprestasi dalam melaksanakan pekerjaannya. Untuk itu manusia perlu memiliki keterampilan, dan jika mungkin berkeahlian atau professional dalam suatu bidang yang memungkinkannya memasuki lapangan dan pasaran kerja. Keterampilan atau keahlian itu harus dimilikinya pada saat memasuki usia angkatan kerja, meskipun tidak mustahil untuk  memilikinya setelah memasuki suatu lapangan kerja tertentu. Dengan kata lain manusia Indonesia sebagai sumber daya manusia, harus dikelola agar memiliki kemampuan atau keahlian yang dibutuhkan pasaran kerja sekarang dan dimasa mendatang, yang memungkinkannya untuk mewujudkan kesejahteraan hidup material yang layak secara manusiawi. Dengan memiliki keterampila dan keahlian tersebut, manusia akan terhindar dari kehidupan  yang bersifat konsumptif, karena merupakan sumber daya manusia yang produktif.
2.      Berkepribadian Mandiri
            Karakteristik kedua ini bermakna bahwa sumber daya manusia haurs dikembangkan menjadi angkatan kerja yang mampu merebut kesempatan kerja, baik dengan memasuki lapangan kerja yang sudah tersedia maupun dengan membuka lapangan kerja sendiri. Manusia yang berkualitas tidak menggantungkan diri pada pekerjaan menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta, yang kemampuannya menyerap tenaga kerja yang sangat terbatas. Manusia berkualitas memiliki kepribadian mandiri yang dicerminkan dalam sikap dan perilaku kewirausahaan (entrepreneurship) yang tinggi, sehingga tidak pernah kehabisan inisiatif dan kreativitas dalam menciptakan pekerjaan yang produktif.
            Kepribadian mandiri dengan sifat, sikap dan perilaku wiraswasta ditampilkan dalam bentuk mampu bersaing dan bekerja sama, berdisiplin, berani merebut kesempatan, berani mencoba dan tidak mudah putus asa menghadapi kegagalan, berusaha mandiri keluar jika menemui kegagalan, bersedia kerja keras, tekun, rajin, gigih, hemat, mampu memanfaatkan waktu, bersedia mulai dari bawah untuk menuju sukses, berfikir maju dan positif, berpikir besar, jujur, dapat dipercaya dan bersedia mempercayai banyak orang lain, terbuka untuk kritik maupun saran, mengetahui secara baik apa yang diinginkan atau tahu menyibukkan diri untuk mewujudkannya, mengetahui secara jelas apa yang harus dilakukan untuk mencapainya dan lain-lain. pembentukan kepribadian mandiri speerti yang disebutkan diatas tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang panjang, yang harus dimulai sejak dini sejak masa kanak-kanak lingkungan keluarga.
            Untuk itu sejak awal masa anak-anak harus dikenalkan pada arti bekerja, menyenangi dan mencintai kerja serta belajar dan berlatih memecahkan masalah dengan tidak terlalu banyak dibantu, agar lepas dari ketergantungan pada orang lain. pendidikan seperti itu harusnya masuk di dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakulikuler sejak TK hingga perguruan Tinggi.
3.      Beriman dan Berfungsi sebagai Warga Negara yang Baik
            Manusia berkualitas tidak saja gandrung mengejar sukses dunia, tetapi juga gigih mengejar kebahagiaan spiritual di dunai untuk menjadi hamba Tuhan Yang Maha Esa yang sukses di dalam kehidupan akhirat. Manusia seperti itu adalah yang beriman yang sikap dan perilakunya takut pada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan karena itu dengan segena kesadarannya dan keyakinannya memilih taat dan patuh pada perintahnya dan mengindari semua larangan-Nya. Sikap dan perilaku itu akan memperkukuh kesadaran sebagai warga Negara Indonesia dengan pancasila sebagai pandangan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain mampu memahami dan menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara, berdasarkan hukum yang dijiwai dan didasari norma-norma luhur Pancasila dan UUD 1945 sebagai hukum dasar.
            Ketiga ciri tersebut harus menyatu dan terpadu di dalam diri manusia Indonesia sebagai sumber daya yang berkualitas terutama dimasa mendatang. Untuk tahap awal PJPT I kualitas minimal sumber daya manusia Indonesia itu standarnya ditetapkan sekurang-kurangnya lulusan sekolah dasar 6 tahun. Untuk itu telah ditetapkan dan diselenggarakan kewajiban dasar bagi seluruh warga Negara Indonesia, yang mewajibkan rakyat yang berusia 7-12 tahun bersekolah dasar atau yang sederajat. Apalagi dengan wacana program baru pemerintah sekarang ini yang mencanangkan wajib belajar 12 (dua belas) tahun bagi seluruh Indonesia, yang berarti dari SD hingga Sekolah menengah tingkat atas.

Sumber : Nawawi, Hadari Dkk. 1994.  Ilmu Administrasi (Ghalia Indonesia : Jakarta)