Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Makalah Teori Johari Window Dan Teori X-Y Dalam Komunikasi Interpersonal | Tugas Kuliahku

Makalah Teori Johari Window Dan Teori X-Y Dalam Komunikasi Interpersonal

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
Hubungan antarpribadi dapat berlangsung dalam situasi yang akrab, intik dan berlangsung dalam tempo yang lama, tetapi juga tidak jarang kita temui hubungan antarpribadi antara seseorang dengan orang lain hanya berlangsung singkat dan kurang akrab.

Sehubungan dengan itu maka diperluka upaya untuk mengembangkan hubungan antarpribadi agar hubungan mereka dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan diri seseorang. Upaya tersebut dapat dikembangkan melalui teori-teori pengembangan antarpribadi. Adapun salah satu teori pengembangan hubungan antarpribadi secara ringkas yakni Teori Johari Window dan teori X-Y.
B.       Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan Teori Johari Window ?
2.      Apa saja pendekatan yang dipelajari dalam teori Johari Window ?
3.      Apa faktor penghambat pada Teori Johari Window ?
4.      Apa yang dimaksud dengan Teori X dan Y ?
C.      Tujuan
1.      Mengetahui metode Teori Johari Window
2.      Mengetahui penerapan dari  Teori Johari Window
3.      Mengetahui faktor-faktor penghambat pada Teori Johari Window
4.      Mengetahui definisi teori X dan Y
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Teori Johari Window
Teori Johari Window (Jedela Johari) merupakan perangkat sederhana dan berguna dalam mengilustrasikan dan meningkatkan kesadaran diri serta pengertian bersama individu-individu yang ada dalam suatu kelompok tertentu. Midel ini juga berfungsi dalam meningkatkan hubungan antar kelompok yang sekaligus mengilustrasikan kembali proses memberi maupun menerima feedback.
Jendela Johari sendiri dikembangkan atau dipelopori oleh Psikolog Amerika, Joseph Luft dan Harry Ingham pada tahun 1950-an ketika meneliti untuk program proses dari kelompok mereka. Uniknya, nama "Johari" sendiri sebenarnya diambil dari potongan masing-masing nama mereka. "Jo" untuk Luft, dan "Harry" untuk Ingham. Dalam selang waktu yang tak lama, Jendela Johari banyak dimanfaatkan sebagai pengertian dan latihan kesadaran diri, peningkatan personal & komunikasi. Hubungan inter-personal, kelompok-kelompok dinamis, dan peningkatan tim dan hubungan inter-grup.
Terminologi kata Jendela Johari mengarah pada-personel/dari pribadi dan orang lain. Personal untuk diri individu itu sendiri, sebagai subjek manusia dalam analisa Jendela joharu. Selanjutnya, orang lain berarti objek lain dari kelompok pribadi. Jendela Johari juga berhubungan dengan teoti intelegen emisional, emotional Intelligence theory (EQ), dan kesadaran individu serta peningkatan EQ
Dalam kebanyakan training atau pelatihan, proses memberi dan menerima feedback adalah unsur terpenting. Melalui proses feedback tersebut, kita bisa melihat/mengenal orang lain, dan demikian sebaliknya. Individu lain juga belajar bagaimana pandangan kita terhadap mereka. Feedback menginformasikan kepada individu ataupun kelompok, baik secara verbal maupun non-verbal dalam berkomunikasi. Informasi yang diberikan seseorang menceritakan kepada yang lain bagaimana perilaku mereka mempengaruhi dia, bagaimana perasaannya, dan apa yang diterimanya (feedback dan self disclosure). Feedback juga bisa diartikan sebagai reaksi yang diberikan oleh orang lain, biasanya lebih menonjol pada persepsi dan perasaan mereka, menceritakan bagaimana perilaku seseorang bisa mempengaruhi mereka (menerima feedback). 

B.       Perspektif Teori Johari Window
Ketika Jendela Johari digunakan untuk membangun hubungan antar kelompok 'personal' dikategorikan sebagai kelompok dan 'orang lain' menjadi kelompok lain. Terdapat 4 perspektif Jendela Johari yang biasa disebut dengan 'daerah' atau 'kuadran'. Masing-masing daerah mengandung informasi perasaan, motivasi, dan lain- lain yang dikenali oleh individu, dengan catatan apakah informasi tersebut dikenali ataupun tidak terdeteksi oleh si individu, dan apakah informasi tersebut juga bisa dikenali oleh kelompok lain, atau malah tidak tahu sama sekali.
Adapun daerah pengenalan diri dari Jendela Johari tersebut dapat dilihat pada diagram di berikut: 

Known by self
  Unknown by self
Arena "Diri Terbuka"  
Blind Area    "Diri Buta"   
  Hidden Area "Diri Tersembunyi"  
Unknown Area "Diri Tak Dikenali"

Dari diagram tersebut, bisa dijabarkan:
1.      Pada kolom 1.  Disebut dengan "diri terbuka", apa yang diketahui oleh 'personal' atau individu juga diketahui oleh orang lain, Bisa juga disebut dengan 'daerah terbuka' atau 'areal bebas' atau 'diri bebas' ataupun 'arena'. 
2.      Pada kolom 2. Disebut dengan "diri buta". Apa yang diketahui oleh individu tidak diketahui. bisa juga disebut "blind spot: atau :blind area". 
3.      Pada kolom 3. Disebut dengan "diri tersembunyi". Apa yang diketahui oleh si individu tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Bisa juga disebut "daerah tersembinyu" atau "daerah yang dihindari". 
4.      Pada kolom 4. Disebut dengan "diri yang tidak dikenal". Apa yang tidak diketahui oleh individu juga tidak diketahui oleh orang lain. Selanjutnya, uraian masing-masing kolom / kuadran:



Johari Windows (jendela johari)



Diri yang tidak dikenal siapapun (Unknown Self)


Rajin mengusahakan dan meminta feedback. Jendela 2 semakin kecil.



Jendela 2 & 3 semakin kecil, jendela 1 semakin luas → yang bersangkutan dapat membawa diri

-          Feedback adalah proses dimana seseorang memberi tahu berdasarkan pengamatan dan perasaannya tentang tingkah laku seseorang.
-          Tujuan : Membantu perkembangan pribadi seseorang demi kebaikannya Merupakan unsur terpenting di dalam mendidik

1.        Jendela johari pada kuadran – I (diri Terbuka)
Pada jendela johari pertama ini dikenal juga sebagai “daerah bebas aktivitas” adalah berisikan informasi mengenai personal/ individu-perilaku, kebiasaan, perasaan. Emosi pengetahuan, pengalaman , kahlian, pandangan dan lain-lain. Kemudian ditetapkan sebagai person (the self/diri) dan kelompok (other/orang lain).
Subtansi dari kelompok seharusnya selalu berusaha membangun daerah/diri terbuka kepada setiap individu, karena ketika bekerja pada wilayah ini dengan orang lain pada saat paling efektif dan produktif, dan kelompok juga demikian kondisinya. Diri terbuka ini dapat dilihat pada ruang dimana komunikasi dan kerja sama yang baik terjadi, bebas dari kerusuhan, ketidakpercayaan, kebingungan, konflik dan kesalahpahaman.
Kuadran terbuka mempersembahkan hal-hal yang sama-sama diketahui oleh undividu maupun orag lain, sebagai contoh; X mengetahui nama Z dan demikian sebaliknya. Dan jika mereka menelusuri ke website pribadi masing-masing  diri, maka mereka akan saling mengetahui apa yang menjadi kesukaan/ketertarikan masing-masing. Kuadran terbuka bisa juga mencaup tidak hanya informasi faktual, tetapi juga bagaimana perasaan, motivasi , perilaku, keinginan, kebutuhan dan lain-lain. Dari si X ataupun Z, pokoknya informasi-informasi yang bisa mewakili diri individu. Ketika kita bertemu dengan orang-orang baru ukuran kuadran terbuka tidak terlalu luas. Sejak setelah ada waktu tersisihkan untuk saling bertukar infoormasi, lain halnya ketika proses mendalami seseorang. Jendela akan bergerak ke bawah atau ke kanan, menempatkan lagi banyak informasi ke dalam jendela terbuka.
2.        Jendela Johari pada juadran – II (diri buta)
Dengan mencari atau mendapatkan feedback dari orang lain, seharusnya bisa mengurangi gejala pada jendela/ kuadran ini dengan dapat memperluas “diri terbuka” yang notabennnya adalah untuk meningkatkan kesadaran diri, kuadran dua ini tidak efektif unutk di bawa ke individu atau kelompok.
Ambil contoh ketika X makan malam direstoran dengan Z, lalu ketika telah menempel suatu entah itu remah makan atau apa, diawajah X, maka X tidak akan tahu, sedangkan Z sangat leluasa untuk segera mengetahui ada sesuatu menmpel di wajah X. Pada saat Z mengatakan ada sesuatu di wajah X, maka jendela akan mengarah ke kanan, memperluas daerah “diri terbuka”.

3.        Jendela Johari pada kuadrn III (Diri tersembunyi)
Daerah tersembunyi mencangkup sensitivitas, ketakutan , agenda tersembunyi, rahasia , banyak hal yang diketahui oleh seseorang tapi tidak diceritakannya untuk berbagai alasan. Contoh saja dalam webside pribadi X tidak pernah menyebutkan apa salah satu rasa favorit eskrim yang paling disukainya, informasi tersebut merupakan kuadran tersembunyi X, namn ketika X membuka rahasianya dengan mengatakan bahwa coklat adalah eskrim keukaanya, maka X mendorong kuadrannya ke bawah sehingga sedikit memperluas  “diri terbuka” atau arena.
Sekali lagi ada begitu banyak rahasia yang belum terbongkat, ketika terjadi upaya untuk saling mengenal dan percaya satu sama lain, maka akan tercipta suatukenyamanan dalam membuka diri sendiri, inilah yang dinakaman “self disclosure”.
Informasi dan perasaan-perasaan tersembunyi yang relevan seharusnya bisa dipindahkan ke daerah diri terbuka melalui proses dis clousere. Intinya, membuka diri dan mengekspos perasaan dan informasi yang relevan melalui proses exposure dan self disclousre terminologi jendela johari, agar dapat memperluas daerah diri terbuka. Dengan berbagai cerita apa yang kita rasakan dan hal-hal lain seputar diri akanmembantu mengurangi “daerah/diri tersembunyi”, di lain pihak tentu saja dapat memperluas daerah/diri terbuka, yang tidak lebih baik dari pengertian, kerjasama, kepercayaan, produktivitas dan keefektifan tim kerja, mengurangi daerah/ diri tersembunyi (hidden area) juga membantu mengurangi kebingungan, tingkat kesalahpahaman, miskin komunikasi, dan lain-lain.

4.        Jendela Johari pada kuadran IV (Diri tak dikenal)
Kuadran ke empat ini mengandung informasi, perasaan, kemampuan laten, pengalaman, dan lain-lain yang sama sekali tidak diketahui baik oleh individu yang bersangkutan maupun oleh orang lain, hal-hal tersebut diatas bisa jadi cukup dekat ke permukaan, yang mana cukup positif dan berguna , atau bahkan bisa jadi aspek-aspek yang lebih dari personaliti seseorang yang mempengaruhi tingkat perilakunya. Kebanyakan daerah tertutup ini dijumpai pada anak-anak muda dan orang-orang yang minim pengalaman atau kepercayaan diri.
Berikut beberapa faktor daerah tertutup yang mempengarauhinya :
1.      Tingkat kemampuan yang dibawah rata-rata atau sedikit mendapat kesempatan, kepercayaan diri yang minim, dan kurang berlatih.
2.      Kemampuan alami , bahwa seseorang tidak menyadarinya.
3.      Ketakutan atau menghindari diri bahwa mereka memiliki potensi untuk terjangkit penyakit yang tidak diketahui
4.      Terkondisikan oleh perilaku atau kebiasaan sedari kecil. Daerah/diri tertutup ini juga dipengaruhi oleh perasaan terkesan atau perasaan-perasaan tidak nyaman lainnya yang berakar pada kejadian-kejadian formatif dan pengalaman pahit pada masa lalu, yang mempengaruhi si individu secara berkelanjutan. Untuk pekerjaan dalam konteks organisasi, jendela johari sebaiknya tidak digunakan pada kasus di atas.
Jendela ideal
Idealnya sebuah jendela diri itu bisa dilihat tingginya tingkat kepercayaan dalam kelompok ataupun hubungan dengan individu lain, jika berada pada jendela ini ukuran arena atau diri terbuka akan meningkat , dikarenakan tingginya tingkat kepercayaan dalam kelompok sosial. Norma-norma pun dikembangkan oleh kelompok untuk saling memberi feedbeck dan difasilitasi tentunya untuk pertukaran ini.
Arena/daerah/diri terbuka menyarankan kita untuk membuka diri kepada anggota kelompok lainnya, karena dengan adanya keterbukaan , anggota kelompok lain tidak akan bersikap intropert (tertutup) atau malah akan lebih memberikan pengertiannya. Mereka akan mengerti bagaimana sikap dan sifat kita, dan mengetahui kita bisa dikritik yang apda akhirnya akan memberika feedback yang positif pula.
C.      Faktor penghambat dari lingkungan
Sedikit tambahan mengenai faktor-faktor yang menghambat individu dalam memperbaiki jendela dirinya, adalah dari faktor lingkungan.  sistem yang dianut oleh lingkungan sekitar kita, misalnya ada pihak yang lebih dominan sehingga menghambat pengembangan diri.

Faktor intern
Merupakan faktor yang menyebabkan kita enggan untuk menelaah diri, terkadang kita tak bisa menerima kenyataan, misalnya saja faktor tujuan hidup dan usia
-          Faktor tujuan hidup yang belum tergambarkan dengan jelas, faktor motivasi dan keenganan untuk menelaah diri, kadang-kadang manusia takut untuk menerima kenyataan bahwa ia memiliki kekurangan ataupun kelebihan pada dirinya.
-          Faktor usia. Kadang-kadang orang sudah tua dalam sua tidak melihat bahwa kearifan dan kebijaksanaan dapat dicapainya, mereka cenduru usia muda lebih hebat karena produktif.

D.      Teori Johari Window yang berhubungan dengan Komunikasi
Komunikasi sebagai kegiatan sehari-hari yang dilaksanakan individu berhubungan erat dengan perilaku individu itu sendiri. Perbedaan perilaku individu dalam melakukan komunkasi dan atau berhubungan dengan orang lain merupakan situasi yang berkaitan dengan psikologis individu. Komunikasi juga berkaitan dengan asumsi manusia. Contohnya; seorang anak kecil akan merasa takut dan terancam bila ia tidak memahami hal yang terjadi disekitarnya. Komunikasi yang dilakukan oleh antara petugas kesehatan akan mengurangi rasa takutnya dengan penjelasan-penjelasan yang akan membuat anak kecil tersebut mengerti dan nyaman.


E.       PENGERTIAN TEORI X DAN Y DARI SISI KEPEMIMPINAN
Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor
Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.
A. Teori X
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
B. Teori Y
Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
            Ini adalah salah satu teori kepemimpinan yang masih banyak penganutnya. Menurut McGregor, organisasi tradisional dengan ciri-cirinya yang sentralisasi dalam pengambilan keputusan, terumuskan dalam dua model yang dia namakan Theori X dan Teori.Y.
Teori X menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Lebih lanjut menurut asumís teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah :
-          Tidak menyukai bekerja
-          Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
-          Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah organisasi.
-          Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
-          Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mncapai tujuan organisasi.
Untuk menyadari kelemahan dari asumí teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumís teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Secara keseluruhan asumís teori Y mengenai manusia adalah sbb :
-          Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
-          Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
-          Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
-          Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
Dengan memahami asumsi dasar teori Y ini, McGregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi menajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan desempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan organisasi.



BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Komunikasi antar pribadi merupakan proses sosial dimana individu-individu yang terlibat didalamnya saling mempengaruhi. Teori johari window adalah salah satu teori pengembangan hubungan antarpribadi. Teori johari window (jedela johari) merupakan perangkat sederhana dan berguna dalam mengilustrasikan dan meningkatkan kesadaran diri serta pengertian bersama individu-individu yang ada dalam suatu kelompok tertentu. Midel ini juga berfungsi dalam meningkatkan hubungan antar kelompok yang sekaligus mengilustrasikan kembali porses memberi maupun menerima feedback.
Sama halnya pun dengan teori X dan Y  yang bisa digunakan oleh pemimpin khususnya dalam mengambil tindakan yang berhubungan dengan karyawan di perusahaan atau organsasinya.
B.       Saran
Seorang konselur hendaknya mampu menguasai berbagai teori dalam berkomunikasi dengan klien. Meningkatkan hubungan antar kelompok yang sekaligus mengilustrasikan kembali proses memberi maupun menerima feedback. Namun jika dalam kontek organisasi kepemimimpinanlah yang harus bisa menguasai dan mengelola bagaimana hubungan antar kelompok yang terjadi di dalam organisasinya salah satunya dengan menggunakan prangkat jendela johari dan teori X-Y tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
Robbins, Stephen P (2008), Organizational Behavior, Concept, and Application, 12th Edition, Prentice Hall, USA.