Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Pengertian Kepribadian | Tugas Kuliahku

Pengertian Kepribadian


KEPRIBADIAN
A.    Pendahuluan
Sebagian besar Psikolog mempunyai pandangan yang berbeda mengartikan kepribadian. Ada yang setuju bahwa “kepribadian” (Personality) berasal dari bahasa latin Persona, yang mengacu pada topeng yang digunakan oleh actor Romawi dalam pertunjukan drama Yunani untuk memainkan peran atau penampilan palsu. Namun sebagian besar Psikolog menggunakan istilah “kepribadian”, lebih mengacu pada sesuatu yang lebih dari sekedar peran yang dimainkan seseorang.
Walaupun sudah berhubungan dengan apa yang disebut dengan kepribadian melalui berbagai cara, masing-masing dari mereka mempuyai sudut pandang tersendiri untuk melakukan pendekatan pada konsep global ini. Beberapa psikolog mencoba untuk menyusun teori yang lebih konprehencif, yang lainnya menyusun teori yang beberapa aspek dari kepribadian, yang lainnya hanya menyusun teori yang mengenai beberapa aspek dari kepribadian. Beberapa teoritikus sudah mendefenisikan kepribadian secara formal tetapi dalam defenisi tersebut masih terdapat pandangan dari mereka sendiri.
Meski tidak ada defenisi tunggal yang bisa diterima oleh semua teoritikus, kepribadian adalah pola sifat dan karakteristik tertentu yang relative permanen dan memberikan, baik konsistensi maupun individualitas pada perilaku seseoran. Sifat (trait) merupakan factor penyebab adanya perbedaan antar individual dalam perilaku, konsisten perilaku dari waktu ke waktu dan stabilitas perilaku dalam berbagai situasi. Sifat bisa saja unik, sama pada beberapa kelompok manusia atau dimiliki oleh semua manusia, tetapi pola sifat berbeda untuk masing-masing individu, jadi masing-masing orang mempunyai kepribadian yang berbeda, walaupun memiliki kesamaan dalam beberapa hal dengan orang lain. Karakteristik merupakan kualitas tertentu yang dimiliki oleh seseorang termasuk didalamnya beberapa karakter seperti tempramen, fisik, dan kecerdasan.

B.    DIMENSI KONSEP KEMANUSIAAN

1.   Determinism dengan Free Choice
Dimensi Determinism lebih cenderung terhadap perilaku seseorang yang memandang keberlangsungan hidupnya ditentukan oleh nasih itu sendiri. Sedangkan dimensi Free Choice lebih cenderung terhadap perilaku manusia yang bersifat free (bebas) memilih hidup/perilaku  yang seperti apa yang akan dijalani.
2.   Pessimism dengan Optimism
Pandangan kedua adalah pesimisme dengan Optimisme. Pandangan manusia yang pesimisme cenderung bersifat apa adanya dan kurang bergairah dalam menjalani hidup. Sedangkan dimensi optimism memandang  manusia mampu menjalani hidup sesuai dengan apa yang direncanakan yang dikelompokkan kedalam target-target tertentu.
3.   Causality dengan Teleology
Dimensi causality memandang manusia melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman masa lalu. Dimensi ini biasanya berada pada orang yang lebih dewasa, karena berbagai pengalaman hidup yang telah mereka alami, pada suatu saat akan mengalami hal yang sama atau mirip juga, sehingga memerlukan pemikiran yang benar-benar matang untuk melakukan sesuatu. Sedangkan dimensi Teleology memandang manusia melakukan sesuatu tanpa melihat pengalaman masa lalu, melainkan langsung melakukan sesuatu kedepannya tanpa pertimbangan apapun.
4.   Conscious dengan Conscious determinant of behavior
Dimensi conscious memandang seseorang melakukan sesuatu dengan kesadaran penuh. Artinya, manusia dalam bertindak hampir erat kaitannya denagn causality, sehingga target yang ingin dicapai bias dituju dengan tepat sasaran dan tepat guna. Sedangkan  dimensi Conscious determinant of behavior memandang manusia melakukan sesuatu tanpa disadari (alam bawah sadar). Misalnya memaki orang seketika ketika ada kesalahan yang sangat sepele.
5.   Biological dengan Social Influences on Personality
Dimensi Boilogical memandang kepribadian manusia dibentuk oleh pengaruh biologis (keturunan). Sedangkan Social Influences on Personality memandang kepribadian manusia dibentuk karena pengaruh factor lingkungan social dan lingkungan sekitar.
6.   Uniqueness dengan Similarity
Dimensi Uniqueness memandang kepribadian manusia itu ada yang bersifat unik dan berbeda dari orang lain secara dominan sedangkan Similarity memandang kepribadian manusia lebih didominasi oleh kepribadian yang sama dengan orang lain.

C.    GAMBARAN UMUM TEORI PSIKOANALISIS
Sigmund Freud adalah teoritis psikologis yang sangat terkenal dengan teori yang menarik, yang pertama, dua batu pijakan psikoanalisis yaitu seks dan agresi merupakan dua hal yang terus popular. Kedua oleh pengikutnya yang begitu setia, dimana mereka menganggap Freud sebagai tokoh pahlawan yang kesepian seperti dalam mitos.
Meski Freud memandang dirinya sebagai seorang ilmuwan, defenisi tentang sains berbeda dengan kebanyakan psikolog saat ini. Freud lebih mengandalkan penalaran deduktif  ketimbang metode penelitian yang ketat dan obsevasi yang ia lakukan secara subjektif terhadap sampel pasien yang jumlahnya terbatas yang kebanyakn berasal dari kelas menengah atas dan juga kelas atas. Ia tidak menghitung data yang diperolehnya ataupun melakukan observasi dalam kondisi tertentu. Ia hampir selalu menggunakan pendekatan studi kasus serta kerap merumuskan hipotesis setelah seluruh fakta terkumpul.

D.    TINGKAT KEHIDUPAN MENTAL
Sumbangan terbesar Freud pada teori kepribadian adalah eksplorasinya kedalam dunia tidak sadar dan keyakinan bahwa manusia termotivasi oleh dorongan utama yang belum atau tidak mereka sadari. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, yaitu alam tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat yaitu alam tidak sadar dan alam bawah sadar. Dalam psikologi Freudian, ketiga tingkat kehidupan mental ini dipahami, baik sebagai proses maupun lokas. Tentu saja, keberadaan lokasi dari ketiga tingkat tersebut bersifat hipotesis dan tidak nyata ada di dalam tubuh.
Alam Tidak Sadar
            Alam tidak sadar (unconscious) menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan maupun insting yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan dan tindakan kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita yang nyata, seringkali kita tidak menyadari proses mental yang ada di balik perilaku tersebut. Contohnya seorang pria bisa saja mengatakan jatuh cinta kepada seorang wanita, tetapi pria tersebut tidak mengetahui alasan mengapa dia bisa cinta terhadap wanita tersebut. Pria tersebut bisa saja mengungkapkan berbagai alasan yang tidak rasional untuk meyakinkan wanita tersebut.