Makalah Revolusi Amerika Serikat

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Revolusi Amerika tidak sama kejadiannya dengan revolusi di Prancis dan Rusia yang dilatarbelakangi oleh kelas sosial. Revolusi di Amerika dipengaruhi oleh aspek politik yang berujung pada protes terhadap perbedaan dalam aktivitas perdagangan dan ekonomi. Tulisan ini akan memaparkan terbentuknya negara dan pemerintahan Amerika yang pertama kali, konstitusional dan prinsip, serta lembaga kepresidenan yang tak lepas dari pengaruh revolusi Amerika yang dilatarbelakangi oleh aspek politik, ekonomi, dan perdagangan.
Pada 1780-an pemerintah nasional mampu menyelesaikan masalah wilayah barat, yang diserahkan oleh negara untuk Kongres dan menjadi wilayah, dengan migrasi pemukim ke Northwest, segera mereka menjadi negara. Nasionalis khawatir bahwa negara baru itu terlalu rapuh untuk menahan perang internasional, atau bahkan pemberontakan internal seperti Pemberontakan Shays ' dari 1786 di Massachusetts. Nasionalis sebagian besar dari mereka veteran perang diselenggarakan di setiap negara dan meyakinkan Kongres untuk memanggil Konvensi Philadelphia pada tahun 1787. Para delegasi dari setiap negara menulis baru Konstitusi yang menciptakan pemerintah pusat jauh lebih kuat dan efisien, satu dengan presiden yang kuat, dan kewenangan perpajakan. Pemerintah baru mencerminkan cita-cita republik berlaku jaminan kebebasan individu dan membatasi kekuasaan pemerintah melalui sistem pemisahan kekuasaan .
Kongres tersebut diberi wewenang untuk melarang internasional perdagangan budak setelah 20 tahun (tahun 1807). Suara elektoral Selatan ditingkatkan dengan menghitung tiga perlima dari jumlah budak di total populasi negara masing-masing. Seperti perbudakan diperluas di Selatan selama dekade berikutnya, ketentuan ini meningkatkan kekuatan politik dari perwakilan selatan di Kongres.
Untuk meredakan Anti-Federalis yang takut pemerintah terlalu kuat nasional, bangsa mengadopsi Bill Amerika Serikat Hak tahun 1791. Terdiri dari sepuluh amandemen pertama Konstitusi, itu dijamin
kebebasan individu seperti kebebasan berbicara dan praktik keagamaan, percobaan juri, dan menyatakan bahwa warga negara dan negara telah memesan hak (yang tidak ditentukan).





PEMBAHASAN
2.1  Konstitusi Baru dan Politik di Amerika
Dalam sejarahnya konstitusi Amerika Serikat sejatinya sudah disusun dan diterima beberapa tahun setelah pernyataan Kemerdekaan Amerika Serikat yang ditanda tangani pada tahun 1776. C.F. Strong, membagi proses pembentukan Konstitusi Amerika Serikat ke dalam dua tahap yang dimulai ketika tiga belas negara bagian induk masih menjadi negara koloni di bawah pemerintahan Inggris. Tahap pertama, Konstitusi Amerika Serikat diwujudkan dengan mengadopsi pasal-pasal konfederasi pada tahun 1781, dimana pada saat itu belum disepakati untuk mendirikan negara federasi yang sesungguhnya, melainkan sebuah konfederasi. Menurut C. F Strong, meskipun di dalam negara konfederasi terdapat perikatan negara-negara bagian, namun sifatnya masih terbatas dan tidak ada kekuasaan pusat yang kuat. 
Sementara Miriam Budiarjo menganggap bahwa konfederasi pada dasarnya bukanlah negara yang berdiri sendiri. Negara-negara yang tergabung dalam konfederasi tetap merdeka dan berdaulat, sehingga konfederasi pada hakikatnya bukanlah negara baik ditinjau dari ilmu politik maupun dari sudut hukum internasional. Pada umumnya ide pembentukan negara konfederasi adalah untuk maksud-maksud tertentu yang biasanya terletak dibidang politik luar negari dan pertahanan bersama.
Melihat Konstitusi Amerika Serikat, Woodrow Wilson menyebutkan bahwa pasal-pasal yang terdapat didalam The Article of Confederation sebenarnya hanya sebatas menyebutkan kebebasan menentukan sikap yang tidak mengikat pada siapapun (negara-nagara bagian).  Salah satu isi dari The Articles of Confederation adalah membicarakan sebuah asosiasi yang longgar diantara negara-negara bagian untuk menyusun sebuah pemeritahan federal dengan kekuasaan yang masih terbatas, yakni hanya berkaitan dengan wewenang mengurus permasalahan penting meliputi hubungan luar negari dan pertahanan bersama.
Meskipun Amerika Serikat sudah menyatakan dirinya sebagai negara yang merdeka sejak tahun 1776. Namun demikian bukan berarti kemerdekaan tersebut telah diraih sepenuhnya. Keberadaan pengaruh Perancis dan Inggris menimbulkan adanya kekhawatiran bagi Amerika Serikat. Perancis merupakan salah satu negara yang punya peran cukup berarti dalam perang revolusi Amerika, sehingga memunculkan pertanyaan dan keraguan atas pengaruh kekuasaan Perancis yang pernah membantu Amerika Serikat. Disamping kekhawatiran terhadap Perancis, pengaruh Inggris terhadap Amerika juga belum dirasa benar–benar hilang. Pengaruh kedua negara tersebut dapat dilihat dalam bidang ekonomi. Hutang luar negeri Amerika terhadap Perancis terus meningkat, sedangkan Perancis hanya mau menerima pembayaran dalam bentuk emas atau perak. Demikian juga mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika dianggap tidak bernilai. Persoalan ini kemudian ditambah dengan adanya tindakan Inggris yang memblokir para petani Amerika dari pasar luar negeri mereka. Produk-produk mereka tertumpuk di gudang, sedangkan para pemberi kredit, yang terutama berasal dari Inggris, mulai menagih hutang-hutangnya.
Berbagai kesulitan ekonomi tersebut jelas berdampak besar terhadap masyarakat, terutama para petani. Sistem self-sufficient economy pada kenyataannya tidak dapat membantu mereka dalam membayar hutang-hutangnya. Kondisi ini memicu keresahan di masyarakat yang kemudian menjadi salah satu penyebab munculnya gerakan pemberontakan. Salah satu pemberontakan tersebut adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Daniel Shays yang memimpin para petani untuk menduduki pengadilan negara bagian Massachusetts. Pengadilan ini menjadi sasaran petani karena telah banyak menjatuhkan hukuman bagi para petani yang tidak dapat membayar hutang-hutangnya. Adanya pemberontakan seperti yang dilakukan oleh Daniel Shays ini kemudian mengarahkan pertanyaan tentang batas kekuasaan antara negara bagian dengan pusat. Apakah pemerintah pusat memiliki kekuasaan yang cukup untuk mencampuri urusan negara-negara bagian.
Melihat situasi dan kondisi tersebut, George Washington sebagai presiden Amerika Serikat pada saat itu, memandang perlunya peninjauan kembali terhadap The Article Of Confederation. Hal tersebut dianggap penting mengingat adanya ketidak jelasan ketentuan yang mengatur pola hubungan yang dibangun antara negara bagian dengan pusat. Keterbatasan pola hubungan tersebut misalnya dapat dilihat pada bidang-bidang penting seperti pertahanan, anggaran belanja, dan perdagangan, dimana pemerintah pusat tidak dapat mencampuri kebijakan negara bagian pada bidang-bidang tersebut. Sebagai bentuk untuk mengatasi kekhawatiran tersebut dan demi mempertahankan kemerdekaan Amerika Serikat, maka pada bulan Februari 1787, Kongres Kontinental mengeluarkan imbauan kepada seluruh negara bagian agar mengirimkan delegasi ke Philadelphia dengan agenda dan maksud merevisi The Artcle of Confederation. Pertemuan ini diberi nama Konvensi Konstitusi yang resmi dibuka pada tanggal 25 Mei 1787 yang terdiri dari 55 orang utusan dari 13 negara-negara bagian yang ada di Amerika pada waktu itu. Konvensi Konstitusional tersebut diselenggarakan di Philadelphia Pennsylvania. Keberadaan mereka sebenarnya hanya mempunyai wewenang untuk merubah pasal-pasal yang terdapat dalam The Artcle of Confederation, namun ke-55 utusan sepakat untuk menyingkirkan artikel tersebut dan menyusun sebuah piagam baru yang menjadi sebuah konstitusi baru Amerika Serikat. Adanya upaya ini menjadi bukti bahwa The Article Of Confederation dianggap sudah tidak mendapatkan kepercayaan dari negara bagian. Sementara pada saat yang bersamaan sebuah pemerintahan yang memiliki kejelasan pola hubungan antara negara-negara bagian dengan pusat dianggap sangat urgen.
Penyelenggaraan konvensi tersebut berlangsung sampai pada tanggal 17 September 1787, dan kemudian menghasilkan sebuah rancangan naskah konstitusi. Rancangan naskah konstitusi tersebut diterima sebagai naskah resmi untuk dimintakan  persetujuan dari pemerintah 13 negara bagian agar dapat berlaku secara efektif sebagai Konstitusi Amerika Serikat. Pada akhir tahun 1787, ada sembilan negara yang memberikan persetujuan, sehingga secara formal konstitusi tersebut sudah dapat berlaku secara sah, karena sudah mencapai kesepakatan mayoritas yakni 2/3 suara negara bagian. Keberadaan konstitusi baru ini kemudian menggantikan The Articles of Confederation yang dianggap memiliki banyak kelemahan dan ketidak jelasan dalam pendefinisian federasi. Konstitusi ini mulai diberlakukan pada tahun 1789 dan kemudian menjadi model konstitusi banyak banyak negaradi berbagai belahan dunia.
Dalam pembentukan konstitusi tahap kedua ini, C.F Strong menganggap bahwa Amerika Serikat telah mendirikan negara federasi yang sesungguhnya, karena telah dibentuk badan eksekutif pusat yang memiliki kewenangan yang jelas. Selain itu konstitusi ini juga menjadikan negara-negara bagian sefederal mungkin sebagai suatu keseluruhan yang agak mirip dengan negara kesatuan. Dalam pertemuan itu juga disepakati adanya tiga cabang kekuasaan pemerintahan yang baru. Ketiga cabang kekuasaan tersebut adalah legislatif, yudikatif, dan eksekutif. Masing–masing cabang mempunyai kekuasaan sendiri sehingga ketiganya akan bersifat seimbang. Dalam pertemuan tersebut terjadi perbedaan pendapat berkaitan dengan pembahasan pemilihan anggota legislatif. Negara-negara bagian yang memiliki jumlah penduduk besar mengusulkan agar diterapkan sistem pemilihan proporsional dalam pemilihan umum legislatif. Sementara Rhode Island, sebagai negara bagian dengan jumlah penduduk yang sedikit, menentang hal tersebut, karena jika sistem tersebut diterapkan, maka mereka sama sekali tidak akan mempunyai perwakilan. Melihat alasan tersebut, melalui usulan Rhode Island, maka disepakati adanya dua majelis dalam legislatif. Setiap negara bagian akan mempunyai 2 wakil dalam Senat dan satu wakil sebagai hasil pemilihan proporsional ditempatkan di majelis yang lain.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tujuan pembentukan konstitusi baru tersebut adalah dibentuknya suatu sistem pemerintahan yang terpusat. Namun demikian dalam perjalanannya keputusan tersebut menuai berbagai persoalan. Hal tersebut disebabkan karena latar belakang masyarakat Amerika yang pada umumnya mereka datang dari Eropa dengan beragam motif dan tujuan seperti menghindari tekanan-tekanan politik, agama, ekonomi dari pemerintahnya. Harapan mereka di Amerika adalah kebebasan dalam menjalani pilihan hidup. Selain itu perlu diperhatikan juga keragaman/ heterogenitas masyarakat Amerika, mulai dari perbedaan negara asal, kepercayaan, dan juga tingkat ekonomi. Menyatukan berbagai perbedaan tersebut bukanlah hal yang mudah. Maka agar konstitusi Amerika serikat dapat mengakomodir persoalan-persoalan tersebut, disiapkanlah mekanisme untuk mengadakan sebuah perubahan konstitusi agar dapat beradaptasi dengan kehendak rakyat seiring perkembangan zaman. Berangkat dari ide tersebut, maka ditetapkan sebuah mekanisme amandemen untuk mengakomodir berbagai kepentingan dan kebutuhan yang terjadi di masa mendatang. Hampir mayoritas perubahan konstitus Amerika Serikat bertujuan untuk mengembangkan dan memberikan jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak individu, dan sama sekali tidak ada yang bertujuan untuk mengubah bentuk pemerintahan yang sudah menjadi harga mati.
Keberadaan Konstitusi Amerikas Serikat sebagai pengganti Artikel Konfederasi disamping mengikat seluruh negara bagian juga dianggap sebagai hukum tertinggi. Sehingga dalam penerepannya, segala bentuk produk hukum yang dibuat oleh masing-masing negara bagian tidak boleh bertentangan dengan konstitusi. Setiap ada produk hukum yang dianggap bertentangan dengan konstitusi, dapat diajukan proses judicial review di Mahkamah Agung. Konstitusi dan Deklarasi Kemerdekaan menjadi dasar bagi pemerintahan masyarakat Amerika Serikat, keeduanya sangat dijunjung tinggi oleh semua warga negara Amerika serikat.

2.2 Masa awal pmerintahan nasional dari masa George Washington s.d. madison (1789 – 1812)
Pada tahun 1781, koloni-koloni mempersiapkan sebuah Uni melalui Articles of Confederation, akan tetapi hanya dapat berlangsung selama enam tahun. Sebagian besar kekuasaan diserahkan kepada negaranegara bagian, dan hanya sedikit kekuasaan yang dimiliki pemerintah pusat. Selain itu, tidak terdapat presiden. Articles of Confederation juga tidak dapat menghentikan penduduk asli Amerika atau orang Britania di perbatasan, dan juga tak mampu menghentikan pemberontakan seperti Pemberontakan Shays'. Setelah pemberontakan Shays', banyak orang merasa Articles of Confederation telah gagal. Konstitusi Amerika Serikat ditulis pada tahun 1787. Tokoh-tokoh yang membantu penulisan konstitusi, seperti Washington, James Madison, Alexander Hamilton, dan Gouverneur Morris, merupakan pemikir-pemikir utama Amerika pada masa itu. Beberapa tokoh akan memegang posisi penting dalam pemerintahan baru. Konstitusi ini mendirikan pemerintahan nasional yang lebih kuat dan memiliki tiga cabang: eksekutif (Presiden dan kabinetnya), legislatif (Dewan Perwakilan Rayat dan Senat), dan yudikatif (pengadilan federal). Konstitusi ini diratifikasi oleh negara-negara bagian
pada tahun 1788. George Washington
Pada tahun 1789, Washington terpilih sebagai presiden pertama. Pada masa jabatannya, Pemberontakan Whiskey meletus. Petani-petani di pedesaan mencoba untuk menghentikan pengumpulan pajak terhadap whiskey. Pada tahun 1795, Kongres menyetujui Traktat Jay, yang membuka perdagangan dengan Britania. Traktat ini dibuat dengan tujuan memperbaiki hubungan dengan Britania. Thomas Jefferson dan James Madison sangat menentang traktat ini.
Dalam pemilu tahun 1796, John Adams berhasil mengalahkan Thomas Jefferson. Pemilu ini merupakan pemilu antar dua partai politik pertama di Amerika Serikat. Sebagai presiden, Adams membuat Angkatan Darat dan Laut Amerika Serikat menjadi lebih besar, tetapi juga mengeluarkan hukum untuk menutup koran yang menulis hal-hal jelek tentangnya. Jefferson berhasil mengalahkan Adams pada pemilu tahun 1800.
Jefferson mengirim Lewis dan Clark untuk memetakan Pembelian Louisiana. Presiden Jefferson juga berusaha menghentikan perdagangan dengan Inggris dan Perancis, yang sedang terlibat dalam perang. Perang meletus antara Amerika Serikat dan Inggris pada tahun 1812 ketika James Madison menjabat sebagai presiden. Perang ini disebut Perang 1812.

2.3 Perang Amerika Serikat hingga Doktrin Monroe (1812 – 1823)
Latar Belakang
            Perang Amerika-Inggris 1812-1815 adalah perang pertama bahwa Amerika Serikat berpartisipasi dalam setelah memperoleh kemerdekaan. Sejak 1789, Amerika telah menyimpan kebijakan administrasi netralitas dan berturut-turut telah menyimpan sejalan dengan kebijakan ini sampai 1812. Karena kombinasi dari banyak maritim, faktor ekonomi dan politik, administrasi James Madison menemukan dirinya terjepit pilihan dan ini menyebabkan deklarasi perang pada tahun 1812. Dalam menganalisis tulisan ini, saya akan berusaha untuk menganalisa akar penyebab perang serta alasan untuk polarisasi pendapat antara selatan dan New England kepentingan.
Jalannya perang
Pemerintah sebelumnya langsung perang adalah pemerintahan Jefferson. Pemerintahan ini telah memungkinkan militer Amerika untuk tetap siaga dalam waktu konflik internasional yang juga mempengaruhi kepentingan komersial kapal dagang Amerika. Karena ini kebijakan netralitas, hal itu jelas terlihat pada saat Madison mengambil alih bahwa penggunaan hanya saluran ekonomi untuk mencapai tujuan nasional tidak bekerja lagi untuk Amerika Serikat. Perang tahun 1812 merupakan puncak dari panjang perbedaan filosofis abadi antara Jefferson Alexander Hamilton dan Thomas. Pendapat mereka berbeda melanjutkan sampai periode Perang 1812 yang menyebabkan memenangkan oleh Amerika dan kekalahan berikutnya dari federalis. Alexander Hamilton adalah sekretaris pertama sekretaris dari Amerika Serikat.
Dia sangat penting dalam tugas dan dalam tahun pertamanya sebagai sekretaris bendahara, ia memperkenalkan beberapa laporan yang sangat mengganggu yang mengarah ke revolusi keuangan di Amerika Serikat, di antaranya adalah laporan pertama pada kredit publik dan laporan di manufaktur. Laporan-laporan ini menarik kritik besar-besaran dari sekretaris negara Thomas Jefferson dan pembicara, James Madison. Sementara Hamilton mendukung federalisme, Jefferson yang gigih anti-federalis. Konflik mereka terus antara mereka di Amerika Serikat membantu politik untuk memulai apa beberapa sejarawan menyebut sistem partai pertama di Amerika. Hamilton mendirikan Partai Federalist sementara Jefferson membantu membentuk Partai Republik demokratis.
Selain itu, Hamilton membantu untuk membentuk RUU hak melalui sepuluh amandemen yang dibuat untuk konstitusi Amerika Serikat. Cabang-cabang eksekutif Amerika Serikat pemerintah serta seluruh peradilan (melalui tindakan peradilan 1789) yang disusun terhadap kritik dari Jefferson dan lain-lain. Perbedaan ideologis antara Hamilton dan Jefferson pergi bahkan ke Presiden Adams administrasi. Mereka berbeda pada masalah krisis ~ Prancis 'yang kadang-kadang disebut sebagai kuasi-~ perang'., Mereka juga sangat berbeda pada masalah asing dan seditions bertindak serta tindakan naturalisasi yang dimaksudkan untuk menargetkan Prancis -imigran Irlandia yang tampaknya mendukung republiken yang demokratis-yang Thomas Jefferson adalah kuat berafiliasi dengan. Sebagai pembalasan, Jefferson dan James Madison mensponsori resolusi Kentucky dan Virginia, yang memungkinkan negara untuk menempatkan dan dalam praktek meniadakan tindakan federal. Melalui pemerintahan Washington dan Adams, pemerintah telah menjadi terlalu kuat pada bimbingan federalis yang dipimpin oleh Alexander Hamilton. Melalui idealisme Jefferson dan hubungan dekatnya dengan Amerika rata-rata, dan serangan yang semakin pada apa yang disebut ~ federalis tirani ', Jefferson mampu mengubah lanskap politik untuk memenangkan pemilihan umum 1800.
Pada 1808, James Madison berhasil mengalahkan Jefferson sebagai presiden Amerika Serikat. Di belakang layar, yang disebut 'Jefferson dan federalis masih memiliki pengaruh mereka pada negara. Perbedaan utama mereka muncul dari isu perang dengan Inggris yang dimulai pada tahun 1812. Perang ini sangat didukung oleh demokrasi republikan-(Jefferson) dan sangat ditentang oleh kaum federalis (Hamiltonians). Setelah perang, (kemenangan bagi Amerika) merupakan pukulan besar bagi federalis dan ini menandai awal dari penurunan federalis sebagai kekuatan politik di Amerika Serikat politik.
AKAR PENYEBAB PERANG:
KELAUTAN ISU:
SEHUBUNGAN DENGAN Perang PRANCIS / INGGRIS
Perang Prancis Inggris yang pecah lagi pada tahun 1803 adalah salah satu penyebab dari deklarasi perang terhadap Amerika Inggris. Karena takut dalam Inggris invasi Perancis di bawah Napoleon menyebabkan Inggris untuk mengabaikan hak-hak negara-negara netral untuk mencegah mereka dari memberikan setiap bantuan militer ke Prancis. Selain itu, pedagang pengiriman Inggris skeptis terhadap fakta bahwa Amerika pengirim keuntungan lebih dari perang Eropa yang sedang berlangsung. Keuntungan ini dianggap ancaman bagi Inggris perdagangan, kekuatan angkatan laut serta menjadi ancaman bagi keamanan nasional Inggris. Jadi ada kebutuhan untuk memberlakukan pembatasan pada pengiriman praktek Amerika yang akan memiliki efek membatasi Prancis juga.


Pendaftaran paksa
Masalah impressments adalah salah satu yang paling kritis. Hal ini karena meliputi dua bidang yang menjadi perhatian. Yang pertama adalah pada hukum internasional dan yang lain adalah salah satu pelanggaran hak asasi manusia. Impressments melibatkan pencarian desertir. Karena meningkatnya aktivitas kapal dagang Amerika dikombinasikan dengan pengobatan masalah keras pelaut Inggris, pelaut Inggris banyak yang mencari padang rumput hijau di Amerika Serikat. Masalah apa yang merupakan kedaulatan dalam hal ini adalah sulit untuk menentukan terutama dalam kasus di mana terlibat di laut lepas.
GANGGUAN DENGAN PERDAGANGAN AMERIKA
Salah satu alasan yang menyebabkan deklarasi perang melawan Inggris campur tangan dengan perdagangan Amerika. Karena persaingan terus antara Inggris dan Perancis, ada datang suatu waktu bahwa semua kapal menuju ke Prancis seharusnya ke dermaga pertama di pelabuhan Inggris membayar sejumlah uang dan kemudian lanjutkan. Tindakan ini membuat marah para pedagang Amerika sejak mereka melihat ini sebagai bentuk baru dari ketergantungan pada Inggris, yang mereka tidak siap untuk menanggung.
Selain itu, urusan Chesapeake dan perintah-dalam dewan juga dipengaruhi keputusan ini.
ISU EKONOMI
Alasan ekonomi juga memainkan peran dalam masalah berikutnya. Setelah pengenalan tindakan embargo, pedagang Amerika banyak kehilangan sumber kehidupan mereka. Ini hilangnya mata pencaharian sebagian besar terpengaruh New England. Karena kerugian ini banyak pelaut menentang perang karena mereka berpegang pada pendapat bahwa jika perang ini berlangsung mereka kehilangan banyak lagi. Di sisi lain meja, selatan yang terutama, petani mendukung perang. Hal ini karena mereka juga sadar bahwa pijakan terakhir Inggris di benua itu di Kanada. Jadi, mereka ingin pemerintah untuk menyatakan perang terhadap Inggris sehingga mereka bisa memiliki kesempatan untuk menyerang tanah subur Kanada serta menggusur India bersimpati kepada Spanyol.

2.4 Pembentukan negara-negara bagian baru
            Amerika membagi wilayahnya menjadi 13 negara bagian yang termasuk dalam kedaulatan negara amerika serikat. Diantaranya ialah Connecticut, Delaware, Georgia, Marryland, Massachusetts, Hew Hamsphire, New Jersey, New York, North Carolina, Pennsylvania, Rhode Island, South Carolina. Dan Virginia. Masing –masing negara bagian memiliki undang-undang yang berlaku di daerah masing-masing. Setiap wilayah bgian melakukan perkembangan di sektor industri dan memperkuat ekonominya dibawah konstitusi amerika yang baru. Dengan begitu kemajuan di berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Begitu pula keadaan politik di setiap negara bagian memiliki kesetaran yang sama dimata konstitusi.






KESIMPULAN
Ketika Amerika mendapatkan kemerdekaan dari Inggris, dengan bantuan Prancis sebagai penengahnya. Kebebasan yang di impikan tetap saja tidak dapat terwujud, karena masih ada campur tangan dari pihak Inggris maupun Prancis dalam berbagai kebijakan luar negeri Amerika. Sebagai contohnya dalam kebijakan perdagangan, dan masalah piutang. Sehingga akan menimbulkan perkejolakan didalam Negara.
Dibentuknya The Article of Confederation yang pada awalnya dianggap sebagai solusi dari berbagai masalah yang dihadapai Amerika tidak mampu bertahan lama. Karena The Article of Confederation hanya mampu bertahan selama enam tahun. Hal ini dikarenakan ketidak mampuan The Article of Confederation untuk mengatasi berbagai masalah yang ada. Terutama saat terjadi pemberontakan Shays, selain itu The Article of Confederation juga tidak mampu untuk mengatur segala urusan peradilan, anggaran belanja, dan perdagangan pada tiap-tiap negara bagian.
Hal inilah yang menjadi latar belakang utama terbentuknya Konstitusi baru yang dapat mengikat setiap negara bagian dalam kontrol pusat. Sehingga memunculkan adanya lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.










DAFTAR PUSTAKA

Departemen Luar Negeri AS, Tentang Amerika: Konstitusi Amerika Serikat dengan Catatan Sejarah, Departemen Luar Negeri A.S, World Book Inc, 2004
Richard C. Schroeder, Garis Besar Pemerintah Amerika Serikat. terj. United States Information Agency, 1992.
Artikel dari Dedi Mukhlas yang berjudul Sejarah Berdirinya Negara Amerika Serikat
Berton, Pierre. Pada tahun 1981. Api di Perbatasan. Boston: Little Brown and Company.
Perkins, Bradford. Pada tahun 1961. Prolog ke Perang. Berkeley: University of California Press.
Taylor, George Rogers.1963. Perang 1812: pembenaran Dulu dan Sekarang Interpretasi. Massachusetts: Lexington.
Wiltse, Charles M. Pada tahun 1961. Bangsa Baru 18OO-1845. New York: Hill
Dan Wang.

0 Response to "Makalah Revolusi Amerika Serikat"

Posting Komentar

Termimakasih buat partisipasinya ya :)