Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Makalah Proses Kemerdekaan Amerika Serikat | Tugas Kuliahku

Makalah Proses Kemerdekaan Amerika Serikat

Pendahuluan
Latar belakang kemerdekaan Amerika dapat dilihat dari berbagai segi. Pertama, dapat dilihat dari segi kependudukan, antara tahun 1688-1750 Amerika mengalami peningkatan jumlah penduduk yang sangat drastis, yakni mencapai 1.600.000 orang yaitu enam kali lipat dibandingkan tahun 1700. Aspek ini tentu berdampak terhadap motivasi masyarakat koloni untuk berjuang dalam rangka memperjuangkan hak-haknya. Semakin bertambahnya jumlah penduduk artinya berpotensi untuk memaksimalkan perpindahan massa.
Faktor pendidikan juga mempengaruhi, yakni tingginya kesadaran masyarakat Amerika untuk menuntut ilmu atau mengembangkan pendidikan. Hal itu terbukti dengan didirikannya beberapa perguruan tinggi, seperti: Harvard University (1636), William and Marry (1693), Yale University (1701) dan Amerika Fhilosopical Society (1743).
Ketiga, adanya berbagai undang-undang dan peraturan baru, seperti: pajak gula (1764), pajak teh (1773), pajak ekspor-impor, dan sebagainya. Keempat, tidak adanya perwakilan koloni dalam parlemen Inggris. Adanya pengaruh dari berbagai pemikir-pemikir, seperti: John Locke, Voltaire, dan Mosntequieu, tentang asas demokrasi dan kenegaraan.
Selain itu, adanya rasa simpati oleh masyarakat Eropa terhadap koloni Inggris di Amerika. Yakni, Perancis mengirim uang, kapal dan alat-alat perang ke Amerika. Puncaknya, tahun 1778, Perancis menyatakan pengakuan kedaulatan kepada rakyat Amerika.
Kebijakan Kolonial Baru dan Reaksi Koloni
            Setelah Perang Perancis dan Indian, London melihat kebutuhan akan desain kerajaan baru dengan kendali yang lebih terpusat, persebaran biaya kerajaan dengan lebih adil, dan memperjuangkan kepentingan baik warga  kanada Perancis maupun Indian Amerika Utara. Di sisi lain, koloni yang telah lama terbiasa dengan kemerdekaan menginginkan kebebasan yang lebih banyak, bukannya lebih sedikit. Dan dengan tereliminasinya ancaman dari Perancis, mereka semakin merasa tidak membutuhkan kehadiran Inggris.
  Kerajaan dan Parlemen yang tidak paham di sisi lain Atlantik mendapati diri mereka bersaing dengan warga koloni yang terlatih dalam pemerintahan otonomi dan tidak sabar menghadapi campur tangan kerajaan.
            Organisasi  Kanada dan Lembah Ohio mengharuskan kebijakan yang takkan mengasingkan penduduk asli Perancis dan Indian. Dalam hal ini, London menghadapi konflik fundamental dengan kepentingan koloni. karena populasi yang meningkat dengan pesat, dan kebutuhan akan tanah bagi pemukiman, mereka mengklaim hak untuk memperluas perbatasan mereka ke barat sampai ke Sungai mississippi.
            Pemerintah Inggris, yang khawatir perpindahan penduduk ke tanah baru akan memicu terjadinya rangkaian peperangan dengan indian. Larangan perpindahan juga merupakan jalan untuk memastikan kontrol kerajaan terhadap pemukiman yang sudah ada sebelum mengizinkan pembentukan koloni yang baru. Proklamasi kerajaan tahun 1763 mengatakan bahwa semua daerah barat antara Alleghenies, Florida, sungai Misisipi, dan Quebec di peruntukan bagi penduduk asli Amerika. Dengan kata lain kerajaan berusaha untuk menghapuskan semua klaim atas wilayah barat dari 13 koloni dan menghentikan ekspansi kebarat.
Ada beberapa kebijakan finansial baru pemerintah Inggris, yang sedang memerlukan uang banyak untuk menyokong daerah kerajaannya yang bertambah luas. Pertama, Undang-Undang Gula Cair(Molasses Act) tahun 1733, yang memberlakukan cukai atau pajak atas impor rum dan gula cair luar Inggris dengan Undang-Undang Gula (Sugar Act) 1764. Cukai yang diberlakukan Undang-Undang Gula dan untuk cara menerapkannya menimbulkan kegempara diantara para pedagang New England. Mereka menolak dengan alasan cukai yang nilainya kecil bisa merugikan bisnis mereka.
Kemudian pada tahun 1764, parlemen memberlakukan Undang-Undang Mata Uang (Currency Act), untuk mencagah uang kertas yang diterbitkan di koloni kerajaan mana pun menjadi alat pembayaran yang sah. Ketiga, Undang-Undang Bela Negara (Quartering Act), yang keluar pada tahun 1765 yang mengharuskan koloni memasok pasukan kerajaan dengan pembekalan dan barak.(Stsm Act), peraturan baru ini menyatakan bahwa cukai matrai akan dikenakan atas semua surat kabar atau dokumen resmi lainnya.
Undang-Undang Matrai mempengaruhi semua orang yang melakukan bisnis apapun, yang kemudian menimbulkan sikap permusuhan dari kelompok paling kuat dan fasih bicara di dalam populasi Amerika. Pedagang terkemuka segera menggalang perlawanan dan membentuk asosiati non impor. Perdagang dengan negara induk turun drastis pada musim panas 1765, ketika sekelompok orang yang berpengaruh bergabung bersama dalam” Sons Of Liberty” yaitu organisasi rahasia yang dibentuk untuk membentang Undang-Undang Materai dengan cara kekerasan. 
Pada tanggal 8 Juni Dewan Massachusetts mengundang semua koloni untuk menunjuk delegasi ke kongres Undang-Undang Materai di New York yang diadakan pada Otober 1765, untuk mempertimbangkan banding agar lepas dari raja dan perlemen Inggris. Kongres menetapkan resolusi Yang menyatakan bahwa tidak ada pajak yang akan atau dapat secara kontitusional dikenakan kepada mereka kecuali oleh pihak legislatif mereka, dan bahwa Undang-Undang Materai memiliki sebuah kecendrungan nyata untuk menghapuskan hak dan kebebasan koloni.Akhirnya pada tahun 1766 parlemen menghapuskan Undang-Undang Materai dan memodifikasi Undang-Undang Gula. Hal ini disebabkan oleh koloni yang merasa tidak terwakili dalam parlemen Inggris dan koloni bersikeras bahwa Parlemen Inggris sudah tidak memiliki hak lagi untuk mengeluarkan undang-undang bagi mereka, yang juga berdampak pada pemboikotan pedagang Inggris oleh Amerika.
Pemimpin radikal paling efektif adalah Samuel Adams dari Massachussets, yang berjuang tanpa lelah untuk satu tujuan akhir: kemerdekaan. Tujuan Adams adalah unuk membebaskan rakyat dari ketakjuban mereka terhadap orang-orang yang lebih kuat secara politikdan sosial, mereka sadar kekuatan dan nilai penting mereka sendiri dan kemudian menggerakkan mereka untuk mengambil tindakan nyata.
Pada tahun 1773, Perusahaan Hindia Timur yang kuat berada dalam situasi keuangan yang sulit. Perusahaan ini lantas meminta tolong pemerintah Inggris yang memberinya monopoliatas semua teh yang diekspor ke koloni. Setelah tahun 1770, menjamur perdagangan ilegal sehingga sebagian besar teh yang dikonsumsi di Amerika berasal dari negeri asing, diimpor secara ilegal dan bebas pajak.
Revolusi Amerika (1776-1783)
Jenderal  Thomas Gage, laki-laki Inggris yang ramah dengan istri yang lahir di Amerika, memimpin garnisun di Boston, tempat aktivitas politik hampir seluruhnya menggantikan kegiatan perniagaan.  Tugas utama Gage di koloni adalah menegakkan UU Disipliner. ketika mendengar kabar bahwa warga koloni Massachusetts mengumpulkan mesiu dan perlengkapan militer di kota Concord, 32 kilometer jauhnya dari sana, Gage mengirimkan pasukan kecil yang kuat untuk menyita persediaan tersebut.
Setelah semalaman berjalan, serdadu Inggris tiba di desa Lexington pada 19 April 1775  dan  melihat gerombolan menyeramkan: 70 orang Minuteman - dinamakan demikian karena dikabarkan mereka siap untuk berperang dalam semenit di antara kabut pagi. Para ‘Minuteman’ bermaksud melakukan protes secara diam-diam, tetapi mayor  John Pitcairn, pemimpin serdadu Inggris, berteriak sambil mencaci-maki. Pemimpin  ‘Minutemen’,  Kapten  John Parker, menyuruh serdadunya supaya jangan menembak kecuali ditembaki terlebih dulu.  Kubu Amerika sedang mundur ketika seseorang menembak, yang menyebabkan serdadu Inggris menembaki ‘Minutemen’. Serdadu Inggris kemudian merangsek maju menggunakan bayonet, mengakibatkan delapan orang meninggal dan sepuluh orang terluka. Dalam frase yang sering dikutip oleh pujangga abad 19,  Ralph Waldo Emerson, ini adalah “tembakan yang terdengar di seluruh dunia.”
Serdadu Inggris terus mendesak ke Concord. Warga Amerika telah mengambil hampir semua persediaan dan menghancurkan apa pun yang tertinggal. Sementara itu, tentara Amerika di pedesaan dimobilisasi untuk mengusik orang Inggris sepanjang perjalanan mereka kembali ke Boston. Di sepanjang jalan, di balik tembok batu, bukit kecil, dan rumah, milisi dari “setiap desa dan peternakan  Middlesex” membuat target dari rompi merah terang yang dikenakan tentara Inggris.  Ketika pasukan Gage yang kelelahan memasuki Boston, 250 orang meninggal dan terluka di pihak Inggris. Pihak Amerika kehilangan 93 orang.
Kongres  kontinental  kedua diadakan di Philadelphia, Pennsylvania pada 10 Mei 1775. Kongres memilih untuk berperang, melantik milisi kolonial sebagai serdadu kontinental. Kongres menunjuk kolonel George Washington dari Virginia sebagai komandan pasukan Amerika pada 15 juni. Dalam dua hari, telah banyak jatuh korban di kubu Amerika di Bunker  Hill, tidak jauh dari Boston.  kongres juga memerintahkan ekspedisi Amerika bergerak ke utara menuju  kanada begitu musim gugur tiba. Setelah merebut  Montreal, mereka gagal melakukan penyerangan pada musim dingin di Quebec, dan akhirnya mundur ke New York.
Walaupun pecah konflik bersenjata, ide untuk memisahkan diri secara keseluruhan dari Inggris masih ditentang banyak anggota kongres  kontinental. Pada bulan Juli, mereka membuat Petisi Perdamaian  (The Olive Branch Petition) yang memohon pada  raja untuk mencegah aksi-aksi kekerasan lebih lanjut hingga mereka dapat menghasilkan beberapa perjanjian.  Raja George menolaknya, dan pada 23 Agustus 1775 malah memproklamirkan pemberontakan yang dilakukan oleh koloni.
Inggris  Raya menginginkan kesetiaan koloni Selatan, sebagian karena keyakinan mereka atas perbudakan. Banyak koloni Selatan yang takut bahwa pemberontakan melawan negara induk dapat memicu pemberontakan budak. November 1775, Lord Dunmore, gubernur Virginia, mencoba meredam ketakutan itu dengan menawarkan kebebasan bagi para budak yang ingin berperang bagi Inggris. Alih-alih, pernyataannya mendorong warga Virginia, yang awalnya tetap memilih sebagai kaum Loyalis, untuk mendukung pemberontakan.  Gubernur North Carolina, Josiah Martin, juga mengimbau warganya untuk tetap setia pada kerajaan. Ketika 1.500 orang menjawab panggilan martin, mereka dikalahkan oleh tentara revolusioner sebelum tentara Inggris bisa tiba di sana untuk memberikan bantuan. Kapal perang Inggris terus berdatangan ke lepas Pantai Charleston, South Carolina, dan menyerang kota pada awal Juni 1776.  tetapi South Carolina punya waktu untuk mempersiapkan diri, dan berhasil memukul mundur pasukan Inggris pada akhir bulan. Pasukan Inggris tidak kembali ke Selatan hingga lebih dari dua tahun setelahnya.
Pada  Januari 1776, Thomas Paine, teoris politik radikal dan penulis yang datang ke Amerika dari Inggris pada 1774, mempublikasikan risalah 50 halaman berjudul Common Sense (Akal Sehat) yang terjual 100.000 copy dalam tiga bulan. Pada tahun 1776, timbullah revolusi oleh ke-13 negara koloni di Amerika, dengan suara bulat mereka menyatakan, “Decalaration of Independence” yang dinyatakan tepatnya pada tanggal 4 Juli 1776. Berdasarkan hal tersebut, maka jelas bahwa masyakat Amerika adalah sebuah bangsa yang sangat menjunjung tinggi kedaulatan dan hak-hak azasi manusia. Hal itu sangat dimungkinkan oleh proses pembentukan ke-13 koloni tersebut yang sangat bersifat pluralis dan sangat menekankan prinsip-prinsip liberalism dalam berbagai hal, khususnya dalam berekonomi. Setelah diadakan berbagai perundingan-perundingan antara koloni Amerika dan Pemeritnah Inggris, maka pada tanggal 20 Januari 1983, dilakukan “Perdamaian Paris” yang salah satu isinya adalah pengakuan kedaulatan rakyat Amerika oleh Pemerintah Inggris.
Pemerintah Prancis ingin membalas Inggris sejak kekalahan mereka pada tahun 1763. Untuk             mendapatkan dukungan bagi perjuangan Amerika, Benjamin Franklin dikirim ke Paris pada tahun 1776. Pada bulan Mei 1776 Prancis mulai menyediakan bantuan untuk koloni-koloni, dengan mengirimkan 14 kapal penuh dengan pasokan perang ke Amerika.
Pada bulan Juli 1780, Raja Prancis, Louis XVI mengirim pasukan ekspedisi berkekuatan 6.000 orang ke Amerika dibawah pimpinan Comte Jean De Rochambeau. Selain itu armada Prancis menggangu kapal pengangkut Inggris dan mencegah penambahan kekuatan dan pasokan untuk pasukan Inggris di Virginia yang dilakukan oleh armada Inggris yang berlayar dari kota New York. Akhirnya pada tanggal 19 Oktober 1781, setelah terjebak di Yorktown dekat Teluk Cheshpeake, Cornwallis menyerah bersama pasukannya. Pemerintah Inggris memutuskan untuk menggelar perundingan perdamaian di Paris pada awal tahun 1782. Pada tanggal 15 April 1783, Kongres menyetujui traktat terakhir, dan Britania Raya bersama kawasan bekas jajahannya bersama-sama menandatanganinya pada tanggal 3 September.
Konfederasi Amerika Selatan (1781-1789)
            Keberhasilan Revolusi menyodori orang-orang Amerika kesempatan untuk memberikan bentuk resmi kepada cita-cita mereka seperti yang tercantum dalam Deklarasi Kemederkaan serta untuk mengatasi keluhan ketidakpuasan melalui konstitusi-konsitusi negara bagian. Pada tanggal 10  Mei 1776, menganjurkan daerah koloni membentuk pemerintahan baru dan dalam waktu satu tahun setelah Deklarasi Kemerdekaan hanya tiga Negara bagian yang belum menyusun konstitusi.
            Konstitusi-konstitusi baru menunjukkan pengaruh cita-cita demokrasi. Selain itu, tujuan pertama dari para perencana konstitusi Negara bagian adalah melindungi “hak-hak yang melekat”yang pelanggarannya menyebabkan bekas jajahan memutuskan hubungan mereka dengan Inggris. Konstitusi Virginia yang menjadi contoh bagi semua Negara bagian yang lain, seperti kedaulatan rakyat, pergantian kedudukan di kantor-kantor Pemerintahan, kebebasan memilih.
            Perjuangan melawan Inggris dilakukan untuk mengubah sikap colonial. John Dickinson menghasilkan Articles of Confederation and Perpetual Union (Pasal-Pasal Konfederasi dan Perserikan Abadi) di tahun 1776 dan diperlakukan pada tahun 1781, setelah diratifikasikasi oleh semua negara bagian rencana kerja pemerintah yang dibentuk dengan memakai pasal-pasal ini mempunyai banyak kelemahan. Pemerintah nasional kurang mempunyai wewenang untuk menetapkan besarnya tarif jika diperlukan, padahal ini diperlukan untuk mengantur perdagangan dan memungut pajak. Pemerintahan nasional kurang mempunyai kendali atas hubungan internasionl.
            Kesulitan ekonomi setelah perang membuat orang ingin perubahan segera terjadi. Berakhirnya perang mempunyai akibat yang hebat pada para pedagang yang memasok tentara dari kedua belah pihak dan yang telah kehilangan keuntungan yang bersumber dari keikutsertaan dalam system perdagangan Inggris. Para petanilah yang mungkin paling menderita  karena kesulitan ekonomi setelah revolusi. Persediaan panennya melebihi jumlah permintaan, dan kegelisahan terutama terjadidi antara para petani penguntung yang menginginkan adanya pemotongan bunga besar-besaran agar terhindar dari penyitaan harta mereka dan hukuman penjara.
            Problem Ekspansi yang dihadapi Amerika Serikat dengan daerah Barat belum terpecahkan dengan segala kerumitan mengenai tanah,perdagangan bulu binatang,oang-rang Indian, perkampungan dan pemerintahan daerah setempat. Pada tahun 1784 Nerw York membuka jalan bagi hal dengan cara menyerahkan klaimnya kepada pemerintah Amerika Serikat. Pada tahun 1784, Negara bagian Virginia yang mempunyai klaim paling besar, melepaskan semua tanah bagian utara sungai Ohio. Negara-negara bagian lain itu ikut melepaskan  klaim mereka juga. Dengan demikian hak kepemilikan bersama jutaan hektar tanah ini merupakan bukti nyata akan rasa kebangsaab dan kesatuan dan memberikan substansi akan kedaulatan nasional. Ini semua dapat terlihat dengan adanya Peraturan Northwest tahun 1787, yang mana awalnya Wilayah Barat Laut merupakan sebuah distrik tunggal yng diperintah oleh seorang Gubernur dan para hakim yang ditunjuk oleh Kongres.
            Satu langkah terakhir dari Kongres Konfederasi adalah menanggani pemiilihan presiden pertama, yang diadakan pada tanggal 4 Maret 1789. George Washington dipilih sebagai presiden pada tanggal 30 April 1789. Kongres dengan cepat menciptakan departemen luar negeri dan departemen keuangan dengan Thomas Jefferson dan Alexander Hamiltteruson. Sementara keadaan negara terus berkembang dan imigran dari Eropa meningkat. Penduduk Amerika mulai pindah ke arah barat: penduduk New England dan Pennssylvania pindah ke Ohio, orang-orng Virgia dan Carolina masuk ke Kentucky dan Tennessee. Kepemimpinan Washington yang sangat krusial, dia mengatur sebuah pemerintahan nasional, mengeluarkan kebijakan-kebijakan pemukiman yand dulunya dikelolah oleh Inggris dan Spanyol.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas penulis menyimpulkan bahwa kemerdekaan Amerika dipelopori oleh bangsa Eropa yang peduli terhadap kondisi bangsa Indian di Amerika. Selain itu tingginya kesadaran masyarakat Amerika untuk menuntut ilmu atau mengembangkan pendidikan. Dalam proses kemerdekaan Amerika di bantu oleh Prancis yaitu dengan dikirimkan pasokan perang seperti senjata,kapal perang, dan lain-lain.
Akhirnya keinginan akan kemerdekaan tercapai pada tanggal 4 Juli 1776 saat deklarasi kemerdekaan dikumandangkan. Hal ini terjadi karena dipicu oleh Thomas Paine yang menerbitkan pamflet yang berjudul Common Sense (akal sehat) inti dari pamflet tersebut adalah pilihan untuk tunduk pada raja tiran dan pemerintahan yang usang.atau kebebasan dan kebahagiaan sebagai repbulik yang merdeka dan mandiri.
Referensi :     
http://l32central.tripod.com/amerika.htm, diakses tanggal 5 Maret 2013 pukul 13.45
Garis Besar  Sejarah Amerika ,Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.2004
http://princessaknight.blogspot.com/2010/06/revolusi-amerika-1776-1783.html,diakses tanggal 7 Maret 2013 pukul 11.45