Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. GREEN LAKE TOBA | Tugas Kuliahku

GREEN LAKE TOBA

GREEN LAKE TOBA
<a href="http://wwfindonesia.blogdetik.com/lomba-blog-ingatlingkungan-berhadiah-uang-tunai-total-rp-10-juta/" target="_blank"><img src="http://wwfindonesia.blogdetik.com/files/2014/03/9cbe6ea6a8f78e4daabcd335a64a2fd1_banner-lombablog-wwf-250.gif" width="100%"></a>




Gambar 1. Keindahan panorama danau Toba , copryght by; www.laketoba.com
            Siapa yang tidak kenal akan Danau Toba? Danau Toba adalah sebuah danau  terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara, letaknya tepatnya berada di Provinsi Sumatera Utara. Selain sebagai danau terbesar, danau ini juga tergolong danau yang sangat unik, karena memiliki sebuah pulau di tengah-tengahnya, yaitu Pulau Samosir. Danau Toba memiliki panorama alam yang luar biasa, benar-benar sebuah berkat yang sangat luar biasa bagi para penduduk sekitar. Menurut penelitian para ahli, Danau Toba merupakan hasil dari aktivitas vulkanik terbesar yang pernah ada di dunia, dimana pada zaman dahulu seluruh wilayah danau Toba merupakan gunung api yang aktif. Situs lain yang tak kalah menarik adalah kota Parapat, Balige, Porsea, dan Ajibata yang berada di pesisir danau Toba, objek batu gantung yang ada di Parapat, museum TB silalahi dan masih banyak lagi yang tidak bisa dituliskan satu persatu.
            Bagi penduduk Lokal yang mayoritas suku Batak Toba, Danau Toba dimanfaatkan untuk sarana ekonomis, seperti sarana pengairan, sarana penangkapan ikan, penangkaran dan pemeliharaan ikan, daerah pesisir yang subur dimanfaatkan untuk lahan perladangan dan persawahan dll, semuanya tentu dilakukan untuk menghasilkan rupiah dan menjadikan danau ini sebagai penopang hidup mereka sendiri. Bagi sebagian penduduk yang tinggal di daerah Parapat, Ajibata, dan Balige mengambil peluang dibalik kedatangan para turis local dan mancanegara untuk berlibur ke Danau Toba.
            Well, itulah realita kegiatan penduduk yang begitu diuntungkan dengan keberadaan Danau Toba. Kesibukan mengeksploitasi semua sumber daya alam danau Toba dan Sekitarnya membuat masyarakat lupa diri akan pelestarian kawasan danau Toba. Penebangan pepohonan di pinggiran danau Toba oleh masyarakat itu sendiri dan perusahaan berbahan baku kayu menjadikan danau Toba seakan-akan tidak memiliki keasrian lagi, atau biasa disebut tidak bijau lagi. Airnya bisa jernih, tetapi daratan kelihatan begitu gersang  dan  tidak ada penduduk yang sadar dan empati terhadap krisis pohon tersebut, ditambah lagi tumpukan sampah yang menggunung di beberapa titik pinggiran danau toba, masyarakat menjadikan Danau ini sebagai tempat sampah sekaligus tempat makan.

Gambar 2 . pinggiran danau Toba yang disesaki oleh Sampah copryght by wikipedia.co.id
            Meski pemerintah dan beberapa badan lainnya berusaha untuk menanggulangi krisis penghijauan dan sampah di pinggiran danau Toba, tetapi usaha tersebut hanya berlangsung sebentar saja, tidak pihak ada yang konsisten melakukan penghijauan sekaligus pengawasan pohon yang ditanam serta penanggulangan sampah yang semakin menumpuk. Dikwatirkan, suatu saat nanti, ekosistem danau Toba akan mengalami ketidak seimbangan jika hal ini terus-menerus dilakukan.

Gambar 3. Kawasan pinggiran danau Toba yang krisis penghijauan karena penebangan Pohon. copryght by Jhon Miduk S, 10 Juli 2012

            Siapa yang akan menanggulangi ini? Haruskan orang-orang yang besar bisa melakukan kebijakan ini? Jawabannya kembali  kepada diri kita sendiri, terutama masyarakat setempat, kita sudah mendapatkan rezeki dari danau Toba, kita wajib membalas kebaikan danau Toba dengan melakukan reboisasi dan pengijauan dipinggiran danau toba, serta membuah sampah pada tempatnya. Terutama untuk generasi muda yang akan membangun karakter bangsa, karakter bangsa akan kelihatan sekarang juga jika kita mampu melakukan hal-hal yang kecil.
            Gerakan Green Lake Toba adalah gerakan upaya pembersihan danau Toba dari sampah rumah tangga yang menggunung di pinggiran danau Toba, pengijauan kembali dengan menanamkan 1 oleh setiap 1 orang. Hal ini saja sudah cukup untuk menanggulangi ancaman krisis kearifan lingkungan kedepannya. Gerakan ini tidak harus menunggu kebijakan pemerintah, perusahaan swasta, dan lain-lain, usaha sadar  dan kemauan untuk bertindak adalah itu yang paling utama dalam gerakan Green Lake Toba. Gerakan ini tidak hanya sampai disini, gerakan ini juga melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan, sehingga benar-benar memberikan kontribusi dan manfaat yang real bagi masyarakat, pemerintah, dan terutama mengembalikan keasrian danau Toba.

            Semoga masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama untuk  melakukan Green Lake Toba, karena pada hakikatnya kita wajib membalas kebaikan dan kesempurnaan alam dengan menjaga dan melestarikannya, salah satunya dengan penghijauan dan pencegahan/penanggulangan sampah. Terimakasih, semoga bermanfaat.