Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Asean Economic Community (AEC) 2015, Sudah Siapkah Anda? | Tugas Kuliahku

Asean Economic Community (AEC) 2015, Sudah Siapkah Anda?


         
Masyarakat Ekonomi ASEAN
Siap menyongsong MEA
Tahun 2010 lalu, seluruh anggota Negara ASEAN sepakat untuk mengadakan sebuah kerja sama secara bebas di seluruh kawasan ASEAN dengan nama ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) yang akan dilaksanakan tahun 2015. Kerja sama itu Antara lain kerja sama dalam bidang perekonomian (perdagangan bebas), Sosial budaya, Pendidikan (pertukaran guru dan mahasiswa serta dosen). Kebijakan tersebut tentu sudah dipertimbangkan oleh masing-masing Negara anggota tentang konsekuensi yang akan didapat nantinya. 


          Adapun tujuan pendirian AEC ini adalah untuk membangun kesetaraan Antara sesame Negara-negara anggota dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, dan social budaya. Kerja sama ini menyebabkan semua masyarakat Negara anggota bebas melakukan kegiatan apapun di Negara manapun selagi masih di kawasan Asia Tenggara.
          Terutama Negara kita yang memiliki sumber daya yang paling banyak di region Asia Tenggara, kita akan mendapatkan pengaruh terbesar dalam kebijakan ini. Lantas, apakah Indonesia siap untuk menghadapi situasi ini? Program apakan yang disiapkan oleh pemerintah agar bisa berbicara banyak dalam menghadapi pasar bebas nantinya? Perlu kita bahas  komponen utama yang menjadi bahan pokok kerjasama antar masing-masing Negaraberikut ini :
Dalam bidang Ekonomi
          Keadaan ekonomi Indonesia memang boleh dikatakan semakin meningkat dalam kurun waktu satu decade ini. Dimana, hampir setiap tahun ada pertumbuhan ekonomi sekitar 6%. Persentase yang hebat terutama Negara Indonesia adalah sebuah Negara yang masih berjalan ke arah tahap berkembang. Terutama ketika terjadi krisis Eropa dan Amerika Serikat antar tahun 2008-2012, Indonesia adalah salah satu Negara yang mampu mengatasi diri dari krisis setelah Cina, Jepang, dan Malaysia. Cina memang kekuatan ekonomi dunia abad ke-21 ini, Jepang dan Malaysia dengan produksi mesin, elektronik dan inestasinya sementara hal yang paling utama dalam mengangkat perekonomian Indonesia adalah tingkat konsumsi warga Negara yang tinggi.
          Indicator pendukung peningkatan perekonomian sangat berbanding terbalik Antara Negara Indonesia dengan Negara yang lain. Sangat wajar memang karena jumlah penduduk Indonesia hampir setengah dari jumlah seluruh penduduk di Asia Tenggara, sehingga menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan Negara Indonesia. Produksi barang Indonesia memang masih tergolong minim. Yang ada hanya di dominasi oleh eksport bahan baku (bahan yang belum jadi) ke luar negeri.
          Tingkat konsumsi perkapita warga Indonesia bisa saja akan semakin meningkat jika dibarengi dengan peningkatan produksi barang di dalam negeri juga. Namun, indicator tingkat konsumsi bukanlah sebuah andalan yang bisa menjamin perekonomian tetap konstan dan meningkat karena jika perusahaan produsen berasal dari luar negeri atau bahkan dikuasai oleh luar negeri, maka total pendapatan Indonesia hanya akan didominasi oleh konsumsi masyarakat, sementara pendapatan dari produksi semakin berkurang.
          Inilah yang menjadi tantangan serius dalam bidang perekonomian. Bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi tingkat konsumsi masyarakat yang semakin menggila. Perlu anda tahu bahwa barang yang menjadi konsumsi masyarakat 90% berasal dari luar negeri seperti film, pakaian, merk produk, alat elektronik, mesin bermotor dan lain-lain. Nah, langkah apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat? Beberapa langkah terpenting yaitu :
1.     Melindungi semua produksi dalam negeri. pemerintah bisa menjadi pengayom terhadap alat-alat produksi, hasil produksi, distributor produksi, dll.
2.     Membatasi jumlah import dan memperbanyak jumlah eksport. Barang yang dieksport harus berupa barang jadi bukan bahan baku.
3.     Membatasi jumlah investor luar negeri karena inestor luar negeri cenderung mempertahankan komitmen pembagian hasil yang timpang.
4.     Mengajak masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri
5.     Mensosialisasikan dampak konsumtif yang negative, dan bagaimana cara menghadapi AEC 2015 nanti.
          Jika langkah diatas segera dilakukan, bukan tidak mungkin produksi dalam negeri akan menguasai pasa ASEAN dan akan menjadi monopoli di kawasan Region kita ini. Indonesia akan optimis mampu bersaing dengan Negara terkuat seperti Malaysia dan Singapura. Semua hal ini tidak lepas juga dari peranan masyarakat, karena yang menjadi penggerak utama adalah masyarakat Indonesia itu sendiri. Kita rapatkan barisan dengan membanggakan produk dalam negeri agar Indonesia selamat dari cengkeraman AEC 2015.