Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Makalah Amerika Serikat, Ekspansi Ke Barat dan Perbedaan Kewilayahan | Tugas Kuliahku

Makalah Amerika Serikat, Ekspansi Ke Barat dan Perbedaan Kewilayahan

Pendahuluan
Perang tahun 1812, merupakan perang kemerdekaan kedua, karena sebelum waktu itu, Amerika Serikat belum dianggap setara dengan rumpun bangsa lain dan menegaskan kembali pemisahan Amerika dari Inggris. Dengan diakuinya Amerika, banyak kesulitan serius yang dihadapi negara baru itu sejak Revolusi. Persatuan nasional dibawah konstitusi membawa keseimbangan antara kemerdekaan dan ketertiban. Dengan utang nasional yang rendah, tanah yang sangat luas menunggu untuk dikelolah, dan harapan perdamaian, maka kemakmuran dan kemajuan sosial terbuka di depan mata. Keadaan serba kekurangan akibat perang meyakinkan banyak orang akan pentingnya produksi dari Amerika sampai mereka dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. Banyak orang berpendapat kemandirian ekonomi sama pentingnya dengan kemandirian politik.

Louisiana Purchase Traty (1803)
The Louisiana Purchase adalah pembelian wilayah Louisiana oleh Amerika Serikat pada tahun 1803, dengan luas wilayah 828.000 mil persegi (2.140.000 km2), terhadap Perancis dengan membayar 80 juta franc ($15 juta).
Wilayah Louisiana mencakup dari 15 negara bagian AS saat ini dan dua provinsi Kanada, yaitu Arkansas, Missouri, Iowa, Oklahoma, Kansas, dan Nebraska, bagian Minnesota yang barat Sungai Mississippi, sebagian besar North Dakota, sebagian besar South Dakota, timur laut New Mexico, Texas utara; bagian dari Montana, Wyoming, dan Colorado timur dari Continental Divide, Louisiana barat Sungai Mississippi, termasuk kota New Orleans, dan bagian-bagian kecil tanah yang akhirnya akan menjadi bagian dari provinsi Kanada Alberta dan Saskatchewan.
Pembelian wilayah Louisiana berlangsung selama presiden Thomas Jefferson. Pada saat itu, pembelian menghadapi oposisi domestik karena dianggap inkonstitusional. Meskipun ia setuju bahwa Konstitusi
Amerika Serikat tidak memuat ketentuan untuk memperoleh wilayah, Jefferson memutuskan untuk membeli Louisiana dengan tujuan menghapus kehadiran Perancis di wilayah tersebut dan untuk melindungi akses perdagangan Amerika Serikat ke pelabuhan New Orleans dan Sungai Mississippi.
Sepanjang paruh akhir abad ke-18, Louisiana adalah pion di papan catur politik Eropa. Louisiana pada awalnya diklaim oleh Spanyol dan Perancis. Napoleon Bonaparte memperoleh Louisiana dari Spanyol pada tahun 1800 di bawah Perjanjian San Ildefonso. Tapi perjanjian itu dirahasiakan. Louisiana tetap di bawah kendali Spanyol sampai perpindahan kekuasaan ke Perancis pada tanggal 30 November 1803, hanya tiga minggu sebelum penyerahan ke Amerika Serikat.
Penjualan wilayah Louisiana oleh Perancis, pada tahun 1800, sebagian besar tidak diketahui, kerena takut invasi Perancis menyebar secara nasional. Warga daerah Selatan takut bahwa Napoleon akan membebaskan semua budak di Louisiana, yang dimungkinkan dapat memicu pemberontakan budak di negara bagian lainnya.
Pada tahun 1803, Pierre Samuel du Pont de Nemours, seorang bangsawan Perancis, mulai membantu bernegosiasi dengan Perancis atas permintaan Thommas Jefferson. Du Pont tinggal di Amerika Serikat pada waktu itu dan memiliki hubungan dekat dengan Jefferson serta politisi terkemuka di Perancis. Ia terlibat di belakang hubugan diplomasi dengan Napoleon atas nama Jefferson selama kunjungannya ke Perancis dan memunculkan ide “Louisiana Purchase” sebagai cara untuk meredakan potensi konflik antara Amerika Serikat dan Napoleon di seluruh Amerika Utara.
Pada tanggal 10 April 1803, Napoleon mengatakan kepada Menteri Keuangan Fran├žois de Barbe-Marbois bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menjual seluruh Wilayah Louisiana ke Amerika Serikat. Pada tanggal 11 April 1803, Barbe-Marbois menawarkan kepada Robert Livingston semua wilayah Louisiana dengan harga $ 15 juta atau setara dengan US $ 230 juta pada nilai-nilai masa kini. Perwakilan Amerika Serikat ini akan membayar $ 10 juta untuk New Orleans dan sekitarnya, tapi tercengang ketika wilayah yang jauh lebih besar yang ditawarkan kepadanya sebesar $ 15 juta.
Di Washington, presiden Thomas Jefferson merasa senang dengan tawaran tersebut,  tapi apakah Amerika Serikat memiliki wewenang untuk menerimanya? Apakah Konstitusi memperbolehkan tentang akuisisi wilayah baru?. Jefferson tidak menyukai gagasan pembelian Louisiana dari Perancis, karena itu bisa berarti bahwa Perancis memiliki hak untuk berada di Louisiana. Jefferson percaya bahwa Presiden Amerika Serikat tidak memiliki wewenang untuk membuat kesepakatan seperti itu: itu tidak ditentukan dalam Konstitusi. Namun, di sisi lain ia menyadari potensi ancaman yang Perancis berada di wilayah ini. Namun penasihat Jefferson membujuknya, bahwa kekuatan pembuatan perjanjian di bawah Konstitusi akan membenarkan pembelian Louisiana. Presiden Jefferson akhirnya setuju.
Kaum Federalis sangat menentang Louisiana Purchase. Banyak anggota parlrment dari Amerika Serikat menentang pembelian. John Randolph memimpin oposisi. Parlement menyerukan pemungutan suara untuk menolak permintaan untuk pembelian, tapi gagal dengan dua suara, 59-57. Kaum Federalis bahkan mencoba untuk membuktikan tanah itu milik Spanyol, Perancis tidak memiliki hak, tetapi catatan yang tersedia membuktikan sebaliknya. Kaum Federalis juga khawatir bahwa peningkatan jumlah budak memegang diciptakan dari wilayah baru ini dan akan memperburuk perpecahan antara utara dan selatan.
Pada Sabtu, April 30, 1803, Perjanjian Pembelian Louisiana ditandatangani oleh Robert Livingston, James Monroe, dan Barbe Marbois di Paris. Jefferson mengumumkan perjanjian kepada rakyat Amerika pada 4 Juli 1803. Setelah penandatanganan perjanjian Louisiana Purchase pada tahun 1803, Livingston membuat pernyataan yang terkenal, “We have lived long, but this is the noblest work of our whole lives...From this day the United States take their place among the powers of the first rank”.
Senat Amerika Serikat meratifikasi perjanjian dengan suara 24-7 pada 20 Oktober. Para senator yang memilih menentang perjanjian itu antara lain: Simeon Olcott dan William Plumer dari New Hampshire, William Wells dan Samuel White dari Delaware, James Hillhouse dan Uria Tracy Connecticut, dan Timotius Pickering dari Massachusetts. Pada hari berikutnya, Senat resmikan Presiden Jefferson untuk menguasai wilayah dan mendirikan pemerintahan militer sementara. Kongres membuat ketentuan sementara untuk pemerintah sipil setempat untuk terus seperti itu di bawah kekuasaan Perancis dan Spanyol dan kewenang Presiden untuk menggunakan kekuatan militer untuk menjaga ketertiban. Rencana juga ditetapkan untuk beberapa misi mengeksplorasi dan memetakan wilayah, yang paling terkenal adalah Ekspedisi Lewis dan Clark.
Sengketa segera muncul antara Spanyol dan Amerika Serikat tentang wilayah Louisiana. Batas wilayah itu belum didefinisikan dalam Perjanjian Fontainebleau (1762) yang diserahkan Perancis ke Spanyol, maupun dalam Perjanjian San Ildefonso (1800) dan dalam Perjanjian Pembelian Louisiana (1803).
Amerika Serikat mengklaim Louisiana termasuk bagian barat seluruh daerah aliran sungai Mississippi ke puncak Pegunungan Rocky dan tenggara ke Rio Grande dan Barat Florida. Spanyol bersikeras bahwa Louisiana terdiri tidak lebih dari tepi barat Sungai Mississippi dan kota-kota New Orleans dan St Louis. Sengketa ini akhirnya diselesaikan dengan Adams-Onis Treaty pada 1819, dengan Amerika Serikat mendapatkan sebagian besar telah diklaim di barat.

Manifest Destiny
Sejak Amerika merdeka pada tanggal 4 Juli 1776, Amerika Serikat belum dianggap setara dengan rumpun bangsa lain. Kurang lebih tujuh puluh lima tahun setelah mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris, Amerika Serikat yang memiliki beragam koloni berubah menjadi negara besar. Semua itu dikarenakan ekspansi besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika ke beberapa wilayah sekitar, yaitu sungai Mississippi, Rocky Mountain, hingga ke Pasifik. Ekspansi tersebut menjadi salah satu warisan sejarah politik Amerika Serikat yang dikenal sebagai manifest destiny.
Manifest destiny merupakan suatu istilah tentang aturan atau kebijakan Amerika yang terjadi selama abad ke-19. Bila diartikan secara bahasa, manifest bisa berarti daftar mengenai muatan, konsemen, atau surat muatan. Sedangkan destiny berarti nasib, dan takdir Tuhan. Secara sederhana, manifest destiny didefinisikan sebagai suatu pandangan dari para intelektual Amerika Serikat yang mempercayai adanya takdir bahwa Amerika Serikat akan menjadi negara yang berkuasa dan adidaya. Masyarakat Amerika percaya bahwa Tuhan telah menakdirkan bangsanya sebagai bangsa yang ‘special’. Namun, beberapa kelompok, menolak, mengecam, dan mempertanyakan lahirnya ekspansi tersebut.
Sejak awal, Amerika Serikat memiliki beberapa masalah yang harus diselesaikan sejak lepas dari jajahan Inggris, diantaranya; peningkatan populasi serta bertambahnya kebutuhan bahan pokok. Oleh karena itu, pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk melancarkan ekspansi ke beberapa wilayah untuk memperluas teritorial Amerika dan pengembangan pemerintahan federasi. Meskipun dalam praktek ekspansi tersebut banyak menggunakan kekerasan dan cara paksa, bagi Amerika, hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar dan dibenarkan serta dianggap sebagai suatu misi suci untuk membangun peradaban yang lebih baik.
Selain itu, ekspansi tersebut dianggap sebagai suatu sarana untuk memperluas wilayah serta mengajarkan kebebasan politik bagi negara-negara bagian lainnya. Namun seperti yang bisa diduga, para pelaku ekspansi tersebut juga melakukan kejahatan rasial kepada para penduduk asli setempat, yakni suku Indian. Dengan semakin bertambahnya jumlah imigran berkulit putih ke daratan Amerika, otomatis membutuhkan lahan yang lebih luas untuk pertanian bagi mereka. Hal ini mengakibatkan keberadaan suku Indian semakin terdesak. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, tiga belas juta jiwa penduduk kulit putih banding seratus dua puluh lima ribu kulit merah, menjadikan para pribumi menjadi kaum minoritas.
Ide tentang manifest destiny sendiri, diperkirakan telah muncul sejak Columbus menemukan daratan Amerika pada tahun 1492. Dengan munculnya pola pikir tersebut, membuat masyarakat Amerika Serikat berani melegitimasi kekerasan yang dilakukan kepada para penduduk pribumi. Selanjutnya, pemikiran mengenai manifest destiny dipublikasikan kembali oleh John O’Sullivan, seorang pemimpin partai Demokrat dan seorang editor koran New York. O’Sullivan mengatakan our manifest destiny to overspread the continent allotted by providence for the free development of our yearly multiplying millions. Selain tulisan tersebut, konsep Manifest Destiny juga dikuatkan dengan adanya sebuah lukisan yang menggambarkan bagaimana Manifest Destiny menjadi sebuah pemikiran dasar dari bangsa Amerika yang dilukis oleh John Gast pada tahun 1872. Semakin tersebarnya konsep mengenai Manifest Destiny, melalui tulisan dikoran, lukisan, debat,  pengumuman-pengumuman serta didukungnya konsep ini oleh kedua partai yang ada yaitu Republik dan Demokrat maka semakin menguatkan bahwa konsep ini merupakan benar dan nyata adanya.
Ada beberapa kata kunci yang digunakan untuk menegaskan mengenai kebenaran Manifest Destiny, yang antara lain adalah mengenai kebijakan yang dimiliki bangsa Amerika dan institusi-institusi di dalamnya, serta sebuah misi yang ingin menyebarkan institusi-institusi tersebut untuk menyelamatkan dunia dan membuat dunia menjadi lebih baik yang mana kedua hal tersebut merupakan takdir Tuhan bagi bangsa Amerika. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abraham Lincoln, “Amerika adalah harapan terbaik dan terakhir untuk dunia”.
Kronologi manifest destiny dimulai pada tahun 1785, dimana kongres konfederasi memberlakukan peraturan setempat untuk memastikan mode pengaturan wilayah teritorial barat. Metode penelitian dari survei jalur liar dengan menempatkan batas-batas. Hingga berlanjut pada penyediaan pemerintahan representatif di wilayah barat laut sungai Ohio, pembelian daerah-daerah seperti Louisiana, Amerika telah menjangkau sebagian wilayah Florida Barat dengan persetujuan pemerintah secara diam-diam. Kemudian Louisiana menjadi bagian Negara Kesatuan Amerika Serikat diikuti beberapa negara bagian dimulai pada tahun 1812. Selanjutnya, lahirlah perjanjian antara pemerintah Amerika Serikat dan Inggris yang menghasilkan kesepakatan untuk bersama-sama menyewa Oregon Country, meskipun sebelumnya gagal mengekspansi Kanada atau Florida, namun Amerika berhasil mempertahankan dominansinya. Walaupun dalam kronologisnya, ekspansi tersebut juga melahirkan perang-perang di beberapa wilayah tertentu, pada akhirnya pada tanggal 9 September 1850, California bergabung dengan Amerika Serikat. Dimana California ini menjadi negara terakhir di pantai barat yang bergabung dan memperkuat eksistensi Amerika Serikat sebagai negara federasi.
Dengan memahami warisan sejarah politik Amerika tersebut, bisa dipahami keagresifan bangsa Amerika dalam penguasaan atas suatu hal. Sifat seperti ini yang memunculkan pertentangan antar penduduk Amerika sendiri, bahkan sejak dimulainya manifest destiny. Sebagian pemduduk Amerika yang menentang ekspansi ini merasa bahwa manifest destiny membatasi hak-hak asasi manusia dan kurang berperikemanusiaan serta merusak hubungan baik yang telah terjalin. Akibat banyaknya pro dan kontra, akhirnya pada masa pemerintahan presiden Roosevelt, kebijakan ekspansi ini dicabut dan tidak lagi berlaku.

Perluasan Wilayah dan Hubungannya dengan Kanada Serta Meksiko
Amerika Serikat dan Meksiko adalah negara bertetangga yang seperti halnya negara bertetangga lain di dunia seperti Indonesia dan Malaysia atau Jepang dan Korea yang mempunyai segudang Masalah. Kedua negara ini pernah terlibat dalam sebuah peperangan berskala besar pada tahun 1846 hingga 1848. Dimana peperangan ini bisa dibilang mengubah sejarah kedua negara hingga saat ini.
Peperangan ini sendiri dilatar belakangi oleh peristiwa Revolusi Texas pada tahun 1835. Dimana peristiwa ini adalah peristiwa pemberontakan kelompok Texans atau orang-orang Amerika yang berdomisili di Texas yang pada masa itu masih berada di wilayah Meksiko. Dimana mereka tidak terima dengan sikap pemerintah Meksiko terhadap mereka yang mengakibatkan mereka melakukan perlawanan terhadap pemerintah Meksiko dan memerdekakan diri pada tahun 1835 .
Kemerdekaan Texas sendiri ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Velasco. Namun perjanjian ini sendiri ditandatangani dengan terpaksa oleh jendral Meksiko, Antonio Lopez de Santa Anna dimana pada saat itu Santa Anna sedang berstatus tahanan dan menandatangani perjanjian Velasco untuk terhindar dari hukuman gantung. Namun, pemerintah Meksiko rupanya tidak menerima hasil perjanjian tersebut. Mereka dua kali meneyrang Texas pada tahun 1842, tepatnya pada bulan maret dan September mereka menyerang kota – kota di pinggiran pantai teluk serta merampok dan menjarah di San Antonio.
Semenjak 1836 hingga 1843 pemerintah meksiko sendiri terus menerus memblokade pelabuhan dagang Texas dan mematikan perdagangan republik yang masih muda ini yang kemudian dibalas oleh Texas dengan menciptakan angkatan laut untuk merusak jalur perdagangan di teluk meksiko serta membantu gerakan revolusionis di Yucatan .
Amerika Serikat sendiri sangat antusias dengan kondisi ini, public Amerika sangat mendukung kondisi ini, apalagi mereka merasa bahwa warga negara Texas adalah warga negara mereka dan mereka harus menjalankan Manifest Destiny mereka yang pada akhirnya dianggap sebagai pembenar mereka dalam setiap tindakan. Amerika Serikat pun menawarkan aneksasi pada Texas untuk menjadi koloni mereka, hal yang kemudian ditentang oleh Meksiko yang menyatakan bahwa setiap bentuk aneksasi terhadap Texas sama dengan alarm untuk perang. Terutama setelah presiden John Tyler pada awal tahun 1845 menandatangani Joint Resolution oleh Kongres untuk membuat Texas menjadi bagian dari Uni Amerika. Namun, Inggris dan Perancis yang memiliki kepentingan ekonomi di negara Texas berusaha mengancam kedua negara baik AS dan Meksiko untuk membiarkan Texas menjadi negara merdeka. Bahkan delegasi mereka membujuk Presiden Texas Anson Jones untuk menandatangani perjanjian agar tidak dianeksasi oleh Amerika Serikat dan berjanji menekan Meksiko untuk mengakui kemerdekaan Texas. Hal ini sendiri ditolak oleh pemerintah Texas yang merasa negaranya sudah bangkrut dan sudah waktunya bagi mereka untuk bergabung dengan Amerika Serikat.
Hal ini didukung oleh ambisi presiden baru Amerika Serikat, James K. Polk yang ingin memperluas daerah mereka dengan berencana membeli ribuan lahan dari meksiko serta Inggris untuk negara bagian Oregon. Polk sendiri mengirim utusannya, John Slidell ke Mexico City untuk membeli lahan Meksiko dari Texas hingga Pasifik sebesar 25.000 Dollar AS. Hal ini tentu saja ditolak oleh pemerintah Meksiko yang bahkan mengusir Slidell.  Namun, pada akhirnya pada tanggal 29 Desember 1845, Texas memproklamirkan diri sebagai negara bagian Amerika Serikat ke-28 dan menjadi negara bagian ke-15 yang melegalkan pemerintahan. Dan pemerintahan Polk sendiri langsung mengutus Jendral Zachary Taylor untuk mengamankan wilayah selatan dimana kedatangan pasukan Taylor sendiri langsung disambut 6.000 tentara Meksiko dibawah pimpinan Jendral Pedro de Ampudia. Peperangan pun semkain tak terhindarkan ketika Slidell memutuskan kembali ke Amerika Serikat dan membuat marah James K. Polk karena Meksiko menolak pembelian tanahnya oleh Amerika Serikat.
Selain aneksasi Texas, penyebab peperangan ini sendiri adalah keinginan Amerika Serikat untuk menguasai California, daerah gersang di tepi samudera Pasifik yang tidak terurus oleh pemerintah Meksiko dan banyak dihuni oleh warga Amerika. Dan hal ini makin diperkuat dengan kedatanagn kapten John C. Fremont ke California pada bulan desember 1845 setelah mendengar kabar bahwa peperangan antara Amerika Serikat dan Meksiko telah usai dan memproklamirkan negara California di Sonoma sebelum pasukan Amerika mengambilalih. Hal in imengakibatkan kemarahan Meksiko dan mereka pun mendeklarasikan peperangan pada tanggal 13 Mei 1846. Dimana Polk sendiri menyatakan bahwa Meksiko telah melanggar kedaulatan Amerika dan telah melakukan pertumpahan darah di tanah Amerika dan setelah melakukan perdebatan sengit di kongres kedua negara pun sepakat berperang walau Meksiko baru secara resmi menyatakan perang pada tanggal 7 Juni 1846.  Peperangan ini sendiri berlangsung selama 2 tahun, dimana Amerika Serikat sendiri begitu mendominasi peperangan ini. Peperangan yang berlangsung dari Palo Alto, California hingga Molino del Rey, Meksiko ini pada akhirnya dimenangi oleh Amerika Serikat. Sebanyak 138 prajurit A.S. tewas dan 673 prajurit terluka. Sedangkan jumlah prajurit Meksiko yang tewas, terluka maupun hilang berjumlah 1.800 prajurit. Otoritas Meksiko sendiri mengibarkan bendera putih pada tanggal 14 September 1847 di Mexico City.
Tanggal 2 Februari 1848. Perjanjian Hidalgo ditandatangani dan kemudian diratifikasi oleh Senat A.S. pada tanggal 10 Maret 1848.Wilayah Meksiko sendiri sesuai perjanjian ini berkurang sekitar 4.400.000 Km dimana wilayah Meksiko berkurang 55% dari total wilayah mereka sebelum perang termasuk Texas. Dan Amerika Serikat sendiri mendapat tambahan wilayah baru yaitu New Mexico, California dan Arizona serta sebagian wilayah Utah dan Nevada. Namun kerugian Finansial sebesar 100 Juta Dollar AS juga dianggap sebagai sesuatu yang sia-sia. Walau banyak pula yang menganggap itu tidak sebanding dengan kebanggaan Amerika Serikat mampu merebut wilayah Meksiko. Mengingat ini adalah perang pertama Amerika Serikat sebagai negara muda di tanah asing dan berakhir sebagai kemenangan.
Selain Mexico, Amerika Serikat juga pernah berrusaha untuk menganeksasi Kanada. Tidak lama setelah Perang Revolusi, Amerika Serikat menginvasi Kanada dan membakar ibukota nya. Pada bulan Juni 1812, Presiden James Madison menyatakan perang dengan Inggris. Amerika Serikat mengaku kecewa dengan Inggris atas pembatasan perdagangan dengan Eropa, serta pendaftaran paksa para pelaut Amerika, dan pelanggaran perairan Amerika oleh kapal-kapal Inggris. Namun, menurut beberapa sejarawan prospek penaklukkan dan dikuasainya Kanada oleh Inggris merupakan faktor utama dalam keputusan untuk berperang.
Kanada, pada saat perang, masih ada tujuh koloni Inggris  yang "independen". Ini termasuk Atas Kanada, sepanjang Great Lakes, dengan ibukotanya, York (sekarang Toronto). Pada awal perang, Amerika Serikat  berharap untuk memaksa kemenangan dengan menargetkan Atas Kanada.
Setelah serangkaian kekalahan, pada bulan April 1813, Amerika Serikat melancarkan serangan ke York, dan berhasil merebut kota itu. Namun, Inggris memicu ledakan gudang mesiu, dan puing-puing terbang. Dalam peristiwa ini Jenderal Amerika, Zebulon Pike tewas. Dalam pembalasan, tentara Amerika Serikat menjarah kota dan membakar beberapa bangunan, termasuk gedung Parlement Kanada.
Pada bulan Agustus 1814, tentara Inggris berbaris di Washington, DC. Inggris dengan mudah merebut kota itu dan pasukan milisi Amerika dengan cepat mundur. Kemudian, Inggris membakar sebagian besar bangunan publik, termasuk gedung-gedung Capitol (perumahan Senat, Parlement, dan Perpustakaan Kongres) dan Gedung Putih. Kebanyakan sejarawan setuju bahwa ini adalah pembalasan langsung untuk invasi Amerika atas York.
Sehari setelah Washington jatuh, Inggris berangkat ke kapal mereka di Chesapeake. Meskipun Inggris hanya menduduki ibukota selama satu hari lebih, butuh waktu puluhan tahun untuk menyelesaikan rekonstruksi. Ini menjadi salah satu kerugian AS yang paling memalukan dalam sejarah.
Pola serangan diikuti oleh pembalasan adalah simbol dari perang secara keseluruhan. Perjanjian Ghent, diratifikasi pada awal 1815, yang mengakhiri perang ini. Meskipun beberapa sarjana Amerika terus mengklaim kemenangan, pemenang sebenarnya bukanlah Amerika Serikat atau Inggris, melainkan Kanada. Karena Kanada berhasil menolak invasi AS yang meletakkan dasar bagi kedaulatan masa depan.

Gold Rush 1848
The California Gold Rush berawal di Sutter Mill, Coloma. Pada 24 Januari 1848 James W. Marshall, seorang mandor yang bekerja untuk John Sutter Sacramento, menemukan logam yang mengkilap di tailrace dari kayu pabrik yang digunakan Marshall untuk bangunan di Sungai Amerika. Marshall membawa logam mengkilap itu kepada John Sutter dan mengujinya. Hasil uji menunjukkan bahwa logam itu adalah emas.
Pada saat emas ditemukan, California merupakan bagian dari wilayah Meksiko yang kemudian diserahkan kepada Amerika Serikat setelah berakhirnya Perang Meksiko-Amerika dengan penandatanganan Perjanjian Guadalupe Hidalgo pada tanggal 2 Februari 1848, kurang dari dua minggu setelah penemuan emas.
Pada tanggal 19 Agustus 1848, New York Herald ,surat kabar besar pertama di Pantai Timur, yang memberitakan penemuan emas. Pada tanggal 5 Desember 1848, Presiden James Polk menegaskan penemuan emas dalam Kongres. Segera, gelombang imigran dari seluruh dunia, kemudian disebut “the forty-niners”, berbondoong-bondong memburu negara emas di California.
San Francisco menjadi berkembang dengan munculnya orang-orang baru. Populasi San Francisco menjadi meledak 1.000 jiwa pada 1848 menjadi 25.000 jiwa pada tahun 1850. Dimanapun emas ditemukan, ratusan penambang akan memasang sebuah kamp dan saham klaim mereka. Dengan nama-nama seperti Rough and Ready dan Hangtown (Placerville), California.


Kesimpulan
Perluasan wilayah oleh Amerika Serikat dilakukan dengan diplomasi yang sebaik mungkin seperti yang sudah dijelaskan diatas.. Lousiana dan Texas yang diakuisisi dari Perancis dan Meksiko dibayar dengan sejumlah harga yang sudah disepakati. Ekspansi kebarat ini juga disertai dengan padangan Manifest Destiny, yaitu suatu pandangan dari para intelektual Amerika Serikat yang mempercayai adanya takdir bahwa Amerika Serikat akan menjadi negara yang berkuasa dan adidaya, hal inilah yang menjadi pedoman bagi Amerika Serikat untuk memperluas ekpansinya ke Barat. Selain itu juga, adanya demam emas di California membuat masyarakat dari berbagai negara datang berbondoong-bondong untuk memburu emas dan berharap agar dapat memperbaiki keadaan perekonomian mereka.







Daftar Pustaka

http://www.historichwy49.com/goldrush.html (accessed April 5, 2013).
http://afgani22.wordpress.com/2009/06/29/manifest-destiny-bangsa-amerika-dan-efeknya-terhadap-perdamaian-dunia/ (accessed April 5 , 2013).
http://muhammadzakir.wordpress.com/2009/04/09/manifest-destiny-ketentuan-takdir-bangsa-kulit-putih-amerika-syarikat-menakluk-dunia-white-man-burden-of-united-states-america/ (accessed April 17, 2013).
https://id.wikipedia.org/wiki/Manifest_Destiny (accessed April 17, 2013).
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Amerika_Serikat (accessed April 17, 2013).
http://anggreita-shaskia-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-73932-Sistem%20Politik%20Amerika%20Serikat-Manifest%20Destiny.html (accessed April 17, 2013).
http://theweek.com/article/index/231328/americas-invasion-of-canada-a-brief-history (accessed April 17, 2013).
http://www.canadahistory.com/sections/war/1812/1812.html (accessed April 17, 2013).
http://forgottenhistory.blogspot.com/2007/05/united-states-invades-canada.html (accessed April 17, 2013).
http://id.wikipedia.org/wiki/Demam_Emas_California (accessed April 17, 2013).
http://id.prmob.net/amerika-serikat/koin-emas/california-940719.html (accessed April 17, 2013).
100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang Sejarah. Bandung: Mizan Republika.
Brinkley, Alan. A Survey American History. New York.

Serikat, Departemen Luar Negeri Amerika. Garis Besar Sejarah Amerika. 2004.