Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. TIPS MENJADI GURU YANG DISENANGI SISWA | Tugas Kuliahku

TIPS MENJADI GURU YANG DISENANGI SISWA


            Menjadi guru merupakan sebuah tantangan yang sangat berat bagi kalangan pendidik karena harus melakukan berbagai inovasi terutama tetang proses belajar mengajar. Banyak guru yang tidak disukai oleh anak didiknya karena berbagai alasan, bisa saja siswa tidak suka guru yang terlalu perfesionis, idealis, yang kejam, dan lain-lain. kondisi tersebut merupakan hal yang laizim terjadi dalam dunia pendidikan karena memang siswa dan guru benar-benar berubah total di dalam kelas. Kondisi di rumah dengan dikelas tentu sangat berbeda. 

            Pada dasarnya, semua guru itu adalah guru yang baik dan pastinya professional, karena mereka juga sadar akan mandat yang telah miliki. Hanya, secara tidak sadar, persepsi guru sekarang ini masih berkaca kepada pemikiran lama, dimana guru itu harus tegas, tidak boleh main-main dengan siswa, disiplin, dan lain-lain. oke, beberapa hal diatas boleh saja diterapkan untuk masa pendidikan yang sekarang ini. tetapi sikap guru harus tegas, harus banyak berbicara, berceramah, memberikan siswa tugas yang banyak, justru akan menjadi bumerang bagi guru itu sendiri. Bumerang bagi diri sendiri, dan bagi siswanya juga.
            Persepsi zaman dulu yang menyebutkan guru itu harus selalu tegas “keras” kepada siswa, tidak boleh bercanda, justru menjadi guru “momok” bagi siswa. Siswa akan taku kepada guru yang seperti ini. pada beberapa sekolah yang saya teliti, termasuk sekolah saya dulu, guru yang disenangi siswa itu justru adalah guru yang bisa diajak bercanda, bisa saling bertukar pikiran, guru yang murah senyum, guru yang humoris,  sehingga seakan-akan tidak ada batas pembanding anatara guru dengan siswa. Tetapi rata-rata orang mengatakan “kualitas guru seperti itu kurang”. Guru yang selama ini dianggap bagus (selalu tegang, tegas tanpa kompromi) menjadi ditakuti oleh siswa. Bedakan antara ditakuti dengan dihormati.
            Jika kita kembali kepada prinsip dasar guru dalam mengajar yang sebenarnya, kita akan menemukan kata yang “mendidik”, bukan mengajar. Mendidik adalah menjadikan seorang manusia menjadi memiliki jiwa kemanusiaan sedangkan mengajar adalah hanya sebatas penyampaian suatu materi tanpa menanamkan sifat kemanusiaan.  Contoh mengajar lebih tepatnya adalah latihan militer.  Nah, bagi anda yang berprofesi sebagai seorang guru, jadilah pendidik, bukan pengajar. Berikut beberapa tips untuk membantu anda agar bisa disenangi oleh siswa dikelas :
A.    Memiliki Jiwa Kasih dan Sayang
Jiwa kasih dan jiwa saying adalah karakter yang paling sulit dimiliki oleh masing-masing orang, terutama para pendidik. Masih banyak guru yang berpikrian bahwa mengajar adalah sebuah profesi. Padahal, mengajar adalah sebuah panggilan jiwa bagi para guru. Guru yang menyadari panggilan jiwanya untuk mendidik akan memiliki rasa kasih dan saying yang luar biasa kepada siswanya. Guru seperti ini biasanya akan perhatian kepada seluruh siswanya, dekat dengan siswa, perhatian yang mendalam, dan lain-lain. hasilnya akan membuat siswa membuat efek yang lebih dalam dari stimulus yang anda berikan. Siswa tersebut akan lebih perhatian kepada anda, akan mencari-cari nama anda dimanapun, akan merindukan anda, bahkan tidak segan untuk berjabat tangan denagn anda. Guru yang seperti ini biasanya akan dicari-cari kembali oleh siswanya jika kelak, siswanya telah sukses nantinya.
B.     Jadikan diri anda menjadi siswa juga
Menjadi guru bukan berarti menjadi bos. Tetapi, coba bayangkan dibenak anda, ketika anda masih seusia mereka.  Dengan cara seperti itu, anda tentu akan tahu dan menyadari mereka sebenarnya butuh apa dan sewajarnya apa yang harus saya lakukan untuk mereka. Biarkan jiwa anda melebur kedalam jiwa mereka. Guru yang cerdas akan cepat masuk kedalam jiwa, hati, dan pikiran anak didiknya.
C.     Selera Humor
Ini adalah hal yang paling ampuh atau senjata andalan seorang guru ketika sedang mendidik.. memang, hampir semua guru bisa melakukannya, tetapi terkadang, jika humor itu tidak dijiwai maka humor yang tadi menghasilkan gelak tawa bagi siswa akan berubah menjadi ketegangat yang sangat amat bagi siswa. Ibarat mendung dibawah kolong langit. Oleh karena itu, sering-seringlah membaca banyak tentang humoris, jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting denagn serius. Tanggapi saja dengan santai, maka humor itu akan datang dengan sendirinya. Humor bisa diciptakan denagn pengalaman masa kecil anda yang lucu, dongeng yang lucu, dll. Semakin sering anda membuat siswa tertawa terbahak-bahak, semakin anda dicintai oleh siswa anda.
D.    Jangan jadikan Pelajaran menjadi beban, tetapi buatlah jadi menyenangkan
Banyak siswa yang bolos sekolah atau bolos pada jam pelajaran tertentu hanya karena tidak suka terhadap guru dan mata pelajaran yang dibawakan oleh seorang guru. Hal ini tentu berdampak buruk bagi siswa, anda, sekolah, orang tua, bahkan masyarakat sekitar. Beberapa pelajaran yang umunya tidak menyenangkan bagi siswa adalah Matematika, Kimia, dan Sejarah. ini adalah sudah menjadi salah satu hukum belajar bagi siswa. Anda bisa mengajar sambil memberikan kuis dengan hadiah yang menarik, tetapi tidak mahal. Anda bisa mengajar dengan menggunakan media Film (untuk sejarah dan Kimia), anda bisa menggunakan berganti peran (untuk sejarah) dan cara lain-lain dengan maksud agar pembelajaran lebih menyenangkan bagi siswa. Berikan sebuah kesan menarik bagi siswa agar efek pemikiran yang membosankan itu bisa hilang bagi siswa.
E.     Berikan waktu luang kepada mereka untuk saling curhat, nongkrong, saat mata pelajaran anda.
Ada kalanya ketika siswa sedang dalam keadaan tegang, berikan waktu sebentar untuk mereka agar rehat sejenak. Anda bisa menyampaikannya secara tidak langsung dengan cara pura-pura keluar sebentar, atau duduk dan diam sebentar di depan,. Hal ini sangat bermanfaat agar siswa bisa kembali ke zona alfa (zona yang semula).
F.      Jadilah teman mereka, bukan dewa bagi mereka
Terkadang untuk membangun hubungan dekat antara guru dengan siswa sangat sulit, terumata buat para guru-guru yang sudah berumur diatas 50-an. Para guru tersebut kebanyakan terbawa suasana tahun 70-80an dimana suasana pendidikan saat itu menjadikan guru sebagai orang yang harus ditakuti dan tidak boleh disinggung sedikitpun dikelas, jika sampai disinggung , maka guru langsung memberikan hukuman fisik. Zaman sekarang tentu sudah beda, siswa membutuhkan guru yang bisa sekaligus menjadi teman berfikir dan bertindak juga. Siswa ingin sekali memiliki guru yang bisa selalu menjadi backing di belakang siswa tersebut sehingga mereka akan merasa nyaman saat kapanpun ketika bertatap muka dengan anda.
G.    Sapalah siswa dimanapun dan kapanpun bertemu
Biasanya siswa dituntut untuk menyapa dan menyalami guru ketika bertemu, bukan guru. Tetapi, cobalah untuk selalu lebih dahulu menyapa ketika bertemu dengan anak didik anda. Usahakan lemparkan senyuman untuk mereka karena mereka akan merasa semakin nyaman dan aman ketika dimanapun berada. Kebanyakan guru selalu membentak siswanya ketika bertemu di daerah luar sekolah karena siswa sedang bermain. Hal ini tidak diperbolehkan karena akan membuat siswa akan semakin menjauhi anda.
H.    Berikan penghargaan secara menyeluruh
Katakan “kalian semua hebat” saat anda bertemu mereka. Bahkan ketika ujianpun. Anda harus memebrikan motivasi yang menyeluruh jika mereka sebenarnya adalah “anak murid yang sudah pintar dan cerdas, hanya perlu ditambahkan sedikit polesan di dalam kelas”. Kata-kata seperti itu akan membuat anak didik secara menyeluruh akan mencintai anda. Usahakan jangan memberikan perngargaan kepad satu orang anak saja, karena bisa mengakibatkan kurang percaya diri bagi anak yang merasa tidak mampu dan kecemburuan di dalam kelas.

            Semua tips diatas sebenarnya sudah ada didalam benak anda serta pikiran anda juga. Saya hanya menggali lebih dalam dan mengingatkan anda kembali. Menjadi guru yang disayangi oleh siswa bukan harus menjadi guru yang merasa perfect secara akademik, tetapi kemampuan komunikasi untuk melakukan pendekatan kepada siswa adalah hal yang paling utama. Sekalipun akademik anda sebagai seorang guru banyak dipertanyakan, tetapi jika anda mampu membangun hubungan interpersonal dan kelompok dengan siswa, kemampuan akademik (materi pelajaran) itu dengan sendirinya datang kepikiran anda dan anda bisa dengan leluasa bisa mendidik para anak didik anda.