Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Konsep Diakronik dalam sejarah | Tugas Kuliahku

Konsep Diakronik dalam sejarah

Secara etimologis kata diakronik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dia dan chromos. Dia mempunyai arti melintas, melampaui, atau melalui, sedangkan chromos berarti waktu. Jadi, diakronik berarti sesuatu yang melintas, melalui, dan melampaui dalam batasan waktu. Jika dikaitkan dengan sejarah dalam peristiwa atau kejadian. Sebagaimana kita telah ketahui bahwa sejarah merupakan kumpulan peristiwa, setiap peristiwa yang terjadi tersebut akan dibatasi oleh waktu. Contohnya :

·         Masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk berlangsung antara tahun 1350-1389.
·         Perang diponegoro berlangsung antara tahun 1825-1830
·         Penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung antara tahun 1942-1945.
·         Belanda menyerah kepada Jepang di Linggajati, Subang, Jawa Barat, pada 8 Maret 1942.
Pengertian diakronik sering disamakan artinya dengan kronologi, yang secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu chromos dan logos. Hal ini sama dengan pengertian sebelumnya bahwa chromos adalah waktu, sedangkan logos adalah uraian atau ilmu. Oleh karena itu, kronologi adalah ilmu tentang waktu, yang memang didalam perkembangannya kemudian menjadi ilmu bantu sejarah yang menyusun peristiwa atau kejadian-kejadian sesuai dengan urutan waktu terjadinya. Peristiwa sejarah diawali sejak keberadaan manusia dimuka bumi sehingga memiliki rentang waktu yang sangat panjang. Untuk itu, diperlukan adanya pembagian waktu dalam sejarah yang dapat ditinjau dari berbagai aspek.
Selain itu, mengurutkan peristiwa-peristiwa sejarah sesuai dengan waktu terjadinya adalah untuk mempermudah kita dalam melakukan rekonstruksi terhadap semua peristiwa masa lalu dengan tepat. Kronologi juga membantu kita agar dengan mudah dapat membandingkan peristiwa sejarah yang terjadi di suatu tempat yang berbeda tetapi dalam waktu yang sama. Contohnya: pada bulan Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya,, dan pada bulan dan tahun yang sama pihak Sekutu menjatuhkan bom atom di Hirosima dan Nagasaki yang mengakibatkan Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
Masih berhubungan dengan waktu, sejarah juga mengenal istilah priodisasi, yang bertugas membuat klasifikasi dari peristiwa-peritiwa sejarah dalam tahal-tahap dan pembabakan tertentu. Sebelum menyusun perodesasi, para sejarawan akan membuat klasifikasi peristiwa yang akan menjadi kajiannya., dan membuat kesimpulan-kesimpulan pada setiap periode. Periodisasi dalam sejarah diperlukan karena penting bagi kita agar dapat mengadakan tinjauan secara menyeluruh terhadap peristiwa yang telah terjadi dan saling keterhubungannya dalam berbagai aspek. Sebagai contoh, periodisasi akan dibuat berkaitan dengan perkembangan sejarah kebudayaan secara umum, maka akan dibuat dua periode perkembangan kebudayaan sebagai berikut :
1.      Zaman praaksara yang juga disebut dengan zaman prasejarah adalah zaman yang dimulai sejak manuisa belum mengenall tulisan hingga ditemukannya tulisan.
2.      Zaman aksara atau disebut juga dengan zaman sejarah, yaitu zaman ketika manusia sudah mengenal tulisan hingga sekarang.
Dari kedua zaman yang telah diklasifikasikan ini, dapat dilakukan rekonstruksi terhadap tahap-tahap perkembagan kebudayaan yang berlangsung dalam masyarakat tertentu. Periodisasi dalam penulisan sejarah dapat dilakukan dengan banyak klasifikasi berdasarkan sejumlah aspek dalam kehidupan manusia, seperti perkembangan system politik, pemerintahan, agama dan kepercayaan, ekonomi, social dan budaya. Contoh berikut adalah periodisasi yang dibuat berdasarkan system mata pencaharian hidup dalam sejarah Indonesia :
a)      Masa berburu dan meramu
b)      Masa bercocok tanam
c)      Masa bercocok tanam tingkat lanjut
d)     Masa pedundagian
Periodisasi yang banyak digunakan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan masyarakat, system politik, ekonomi, agama dan kepercayaan suatu kerajaan digunakan pembabakan berdasarkan urutan dinasiti, seperti yang terdapat pada sejarah bangsa-bangsa di Asia. Di Asia pada umunya kedudukan raja dianggap penting dalam kehidupan masyarakat, seperti contoh berikut ini.
Dinasti yang pernah memerintah Jawa dari masa perkembangan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Budha hingga pengaruh Islam :
·         Dinasti (Wangsya) Sanjaya (723-850 M)
·         Dinasti Syailendra (750-900 M)
·         Dinasti Isyana (900-1222 M)
·         Dinasti Girindra (1222-1478 M)
·         Dinasti Demak (1521-1568 M)
·         Dinasti pajang (1568-1600 M)
·         Dinasti Mataram (1600-1775 M)
Periodisasi bertujuan membuat klasifikasi dalam sejarah sehingga akan memudahkan kita untuk memahami peristiwa sejarah secara kronologis. Melalui priodisasi, kita menjadi mudah untuk memahami hal-hal yang terkait dengan :
·         Perkembangan manusia dari waktu ke waktu
·         Kesinambungan antarperiode
·         Kemungkinan terjadinya fenomena yang berulang, dan
·         Perubahan yang terjadi dari periode awal hingga periode berikutnya.
Contoh lainnya adalah dalam periodisasi sejarah Indonesia :
·         Masa praaksara
·         Masa kedatangan dan perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha
·         Masa kedatangan dan perkembangan agama Islam
·         Masa kekuasaan Kolonialisme barat
·         Masa pendudukan Jepang
·         Masa revolusi
·         Masa Orde Lama
·         Masa Orde baru
·         Masa Reformasi
Masih berkaitan dengan waktu, dalam sejarah kita juga dikenalkan dengan istilah kronik. Kronik adalah catatan perotiwa menurut urutan waktu kejadiannya. Kronik berupa catatan perjalanan yang ditulis oleh musafir, pendeta, dan pujangga dari masa yang lalu. Mereka pada umumnya menulis tentang peristiwa, kejadian, hal-hal yang menarik perhatian dan mengesankan yang mereka temui di suatu tempat dan pada waktu tertentu.

Kronik sejarah Indonesia banyak ditulis oleh para musafir dan pendeta Cina yang banyak berdatangan ke Nusantara untuk berbagai kepentingan. Kronik tentang Nusantara yang banyak ditulis oleh para musafir dan pendeta adalah ketika Cina diperintah oleh sejumlah dinasti, seperti dinasti Chou, Qin, Tang, dan Ming, dan juga oleh para musafir serta pendeta yang datang dari India. Berdasarkan catatan yang mereka buat, kita dapat mengetahui, atau paling tidak memiliki gambaran, tentang bagaimana kondisi masyarakat nusantara disuatu tempat pada masa yang lalu. Namun, untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang masa lalu, diperlukan banyak sumber lain yang dapat mendukung kebenaran dari konflik tersebut.

sumber : Sejarah Indonesia, Ratna Hapasari