Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Cara Agar Tulisan Dimuat Di Media Massa | Tugas Kuliahku

Cara Agar Tulisan Dimuat Di Media Massa

jhon miduk sitorus
Salah satu tulisan saya yang dimuat di
Poros Mahasiswa koran Sindo.
Membuat artikel yang dimuat dikoran atau dimedia massa merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi diri kita sendiri. Walau agak susah, tetapi bukan berarti peluang tulisan kita untuk dimuat dikoran tidak ada sama sekali. Mereka yang tulisannya sudah pernah dimuat dikoran bukan berarti tidak pernah menemukan kegagalan juga, alias sering ditolak oleh redaksi media yang bersangkutan.

Saya beberapa kali mengirimkan naskah opini saya ke media massa seperti ke Sindo. Beberapa artikel saya dimuat, tetapi tidak sedikit juga yang diabaikan oleh redaksi Sindo. Dalam hal ini, ada yang salah dalam tulisan saya yang harus segera saya perbaiki.

Nah, bagaimana agar opini kita diterima di sebuah media massa? Yang jelas butuh usaha yang keras dan tidak gampang putus asa karena lawan opini kita yang mengirim artikel juga adalah para master dibidangnya. Berdasarkan pengalaman saya, agar artikel kita diterima di kolom media massa atau  koran wajib melakukan langkah berikut :

1.    Asah Literiasimu
Bagaimana cara mengasah literasi? Mengasah literasi anda bisa dilakukan dengan sering-sering membaca, menulis, serta mengulas apa yang telah anda bahas. Usahakan bisa membaca artikel dan buku setiap hari serta menuliskan apa yang telah anda pahami. Kegiatan ini akan mengasah kemampuan berfikir anda, perbedaharaan kata, serta gaya bahasa yang semakin bertambah. Hal ini akan menambah kreativitas anda serta kepercayaan diri anda untuk melahirkan ide-ide dan artikel yang baru. Literasi yang baik juga akan menghindarkan anda dari plagiat.

2.    Sering-seringlah Menonton Berita
Artikel yang akan anda kirimkan ke media adalah sebuah berita. Pertanyaanya bagaimana mungkin anda menulis sebuah berita tanpa mengikuti topik terhangat yang sedang terjadi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu? Sering-seringlah membaca dan menonton berita darimanapun karena anda akan terinspirasi dari apa yang anda lihat.

3.    Pelajari gaya masing-masing media
Beda media pasti beda gaya juga. Begitu juga dengan anda, anda harus mampu membandingkan masing-masing media/koran agar tulisan anda diterima di media tersebut. Misalnya koran Kompas, gaya Bahasa dan penulisan yang dituntut cenderung sangat ilmiah dibandingkan dengan koran Warta Kota, terutama sumber dan referensi yang kita gunakan saat menulis artikel kita. Berbeda dengan koran Sindo yang lebih mengutamakan Bahasa yang mudah dimengerti, tetapi bukan berati tidak ilmiah dan tidak mengikuti Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

4.    Bentuk Pengetikan dan Penulisan yang Rapi
Hampir semua orang bisa mengetik di Komputer, tetapi tidak semua orang tahu cara mengetik dengan rapi hingga terlihat benar-benar rapi. Sebagian dari mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan sebuah tulisan, dimana koma, titik, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain. Usahakan tulisan yang akan anda kirim menggunakan times new roman, ukuran 12, spasi 1,5 serta tulisan jangan berwarna warni. Ini merupakan syarat yang diminta oleh semua koran pada umumnya.

5.    Gunakan Tata Bahasa yang Baik
Hampir semua orang zaman sekarang menggunakan Bahasa gaul, kecuali bagi orang yang lahir tahun 80-an keatas. Saat menulis, jangan terbawa arus Bahasa gaul saat menulis di koran atau media karena media sangat tidak suka dengan Bahasa yang seperti itu. Pergunakanlah tata Bahasa yang baik dengan menggunakan EYD. Saya pikir semua orang Indonesia yang pernah menduduki bangku Sekolah Dasar (SD) tahu apa yang disebut dengan EYD.

6.    Up to Date
Banyak tulisan yang tidak diterbitkan oleh redaksi karena berita yang dituliskan/dikirm tidak up to date atau tidak sesuai dengan topik terhangat yang sedang terjadi. Nah, bagaimana agar tulisan kita up to date? Kita bisa melihat apa yang sedang terjadi di masyarakat, sering-sering menonton  berita khususnya di TV berita seperti di TVRI, TV One, Metro TV, I-News TV dan Kompas TV. TV tersebut adalah media elektronik yang pasti menyiarkan berita yang paling up-to date. Anda juga bisa mencari topic terhangat lewat trending topic yang terjadi di media sosial seperti google, twitter, dan facebook.

7.    Teliti
Manusia banyak gagal karena apa? karena ceroboh atau kurang teliti. Saat anda mengirimkan tulisan anda, usahakan tulisan anda benar-benar sesuai dengan permintaan dan syarat yang diperlukan oleh redaksi yang bersangkutan. Pergunakan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Saat mengirim melalui e-mail, pastikan biodata, nomor handphone, nomor rekening, serta scan kartu identitias dan foto diri anda ada disana. Semuanya harus anda kirim dalam bentuk attachmen file, jangan di buat dalam bentuk rar atau diketik di dalam email itu sendiri.
Anda bisa melakukannya dengan membuat surat permohonan seperti berikut ini :
Jakarta, 28 Juni 2015.

Hal          : Pengajuan artikel untuk diterbitkan
Lampiran  : Naskah opini, foto identitas 1 lembar dan scan KTM 1 lembar.

Yth. 
Redaksi Poros Mahasiswa Seputar Indonesia
Di tempat.

Dengan Hormat, 
Melalui Surat ini, saya : 

Nama                 : Jhon Miduk Sitorus
NIM                    : 810512197
Tempat tgl lahir   : Pakkat, Sumatera Utara,  10 Mei 1994
Pekerjaan           : Mahasiswa Pendididkan Ekonomi & Administrasi, Fakultas            Ekonomi UNJ
Nomor Hp           : 083895443127
Alamat               : Jalan Amborgang 01/01 Kec. Porsea, Kab. Toba Samosir.
Domisili              : Jalan Pratekan 01, RT.002/ RW.03, Kel. Rawamangun, Kec. Pulogadung, Jakarta Timur.
Nomor Rekening  : 0386-01-006987-50-9

Benar telah mengirimkan sebuah tulisan berjudul "Menjamin Kenyamanan Mudik"

Melalui surat ini, penulis berharap redaksi Poros Mahasiswa Seputar Indonesia dapat memuat tulisan ini dalam kolom opini suara mahasiswa. 

Atas perhatian Saudara saya mengucapkan terimakasih. 


Hormat Saya
Penulis


Jhon Miduk Sitorus. 

8.    Menulislah dengan Iklas
Banyak orang menulis dimedia hanya untuk mendapatkan honor. Hal inilah yang keliru bagi seorang penulis. Kepuasan seorang penulis yang sejati adalah ketika artikelnya diterbitkan dimedia, dan dibaca oleh orang banyak, bukan pada honor yang didapatkannya. Sekali anda puas dengan honor yang anda terima, ingat anda tidak akan menemukan yang namanya kepuasan sejati bagi seorang penulis.

9.    Hargai kritik orang lain
Jika teman anda mengkritik anda karena ada kekurangan di tulisan anda, biarkan kritik itu menjadi sebuah saran dan biarkan saran itu menjadi jalan bagi anda. penulis sejati adalah penulis yang haus akan kritikan dan tidak akan pernah puas dengan dahaga pujian.

10. Tulisan harus Inovatif dan Kreatif
Bagaimana tulisan yang kreatif dan inovatif? Ingat, media menyediakan ruang aspirasi bagi para penulis agar masyarakat juga termotivasi dari tulisan-tulisan anda. Jadi, buatlah tulisan yang benar-benar beda dari tulisan yang pernah anda baca. Usahakan buat judul yang menarik dan membuat kening orang berkerut. Kalo bisa, anda belajar dari para pembaca berita atau penyiar terkenal seperti Najwa Sihab, Ilyas Karni, Putra Nababan, dan Tina Talisa. Bahasa mereka lugas, kreatif, inovatif, universal dan benar-benar berbeda dari orang yang umum.

11. Bekerja keras
Jangan menyerah saat tulisan anda tidak dimuat dan jangan cepat berpuas diri jika tulisan anda dimuat juga. Ingat, sebuah kebiasaan umum jika tulisan anda tidak dimuat alias ditolak oleh tim redaksi. Tetapi, sebuah kehebatan jika tulisan anda diterima dan dimuat di media. Tetaplah menulis karena nama anda yang tercantum dikoran akan dibaca oleh ribuan bahkan jutaan pembaca. Jadi, mari bekerja keras dan jangan pernah bosan.

Demikianlah beberapa tips yang harus anda lakukan jika tulisan anda ingin dimuat dimedia massa. Yang anda lakukan adalah mencoba, mencoba dan mencoba. Ingat, sehebat-hebatnya orang dimedan pertempuran, tidak kalah hebatnya seorang penulis yang karyanya dibaca oleh jutaan orang. Siapa penulis itu? Anda yang menentukan jawabannya sendiri.



Oleh : Jhon Miduk Sitorus