Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. PERTAMA KALI MENGINJAKKAN KAKI DI ISTANA NEGARA | Tugas Kuliahku

PERTAMA KALI MENGINJAKKAN KAKI DI ISTANA NEGARA

           
gambar 1. Jhon Miduk Sitorus di Depan Istana Negara
Moment ini merupakan hari yang sangat bersejarah dalam hidup saya yang mungkin tidak akan bisa terlupakan seumur hidup saya dimana saya pertama kalinya bisa memasuki Istana Negara (Istana Presiden) untuk pertama kalinya dihari pelantikan Presiden/Wakil Presiden Indonesia Ke-7, Joko Widodo – Jusuf Kalla pada hari senin, 20 Oktober 2014.

            Presiden pilihan rakyat yang satu ini memang tergolong fenomenal karena saking dekatnya dengan seluruh elemen masyarakat, terutama masyarakat golongan menengah kebawah. Euforia pesta rakyat yang menyemut dimulai dari Gedung DPR/MPR di Senayan hingga ke Istana Negara. Saya juga tidak ingin tinggal diam dalam proses yang bersejarah ini. begitu saya mendapat info dari berbagai media, bahwa akan diadakan pengarakan Jokowi-Kalla dari Senayan hingga Istana, saya sudah bertekad untuk mengikuti prosesi tersebut, sembari mengabadikan beberapa moment yang penting dengan foto dari telepon genggam saya nantinya.
Jhon Miduk Sitorus di depan Istana

            Setali tiga uang, teman saya yang bernama Gilang kebetulan fansnya Jokowi mengajak saya untuk ikut menyaksikan prosesi tersebut. Hal ini membuat motivasi yang membara agar mengikuti prosesi pengarakan Jokowi-Kalla pada hari yang telah ditentukan. Pagi itu, saya menyempatkan diri untuk kuliah sebentar, kebetulan saya harus presentasi di kelas dimana giliran kelompok saya yang harus maju. Setelah selesai presentasi, saya langsung menemui teman saya untuk langsung menuju tempat yang dilewati oleh rute arakan Jokowi.
            Naik transjakarta dari halte UNJ menuju Dukuh Atas memakan waktu yang lumayan, kurang lebih sekitar 20 menit, takut akan prosesi pengarakan telah selesai, pengen cepat-cepat sampai di daerah jalan soedirman. Jam 12 tiba di Dukuh Atas, ternyata ribuan rakyat masih menunggu Presiden baru melintasi area jalan soedirman, berarti Presiden belum melewati Dukuh atas. Tiba jam 13.00, rombongan presiden serta jajarannya tiba dan melewati kerumunan massa yang mengawal Jokowi dari senayan hingga ke Istana.  Saya sempat mengabadikan beberapa momen ketika rakyat berebut ingin bersalaman dengan Jokowidodo, saying mobilnya tertutup rapat sehingga tidak bisa bersentuhan secara langsung.
Jhon Miduk Sitorus & Gilang

            Lautan manusia membedung jalan dari senayan hingga Istana serentak mengantar pemimpin baru ini. antusiasme warga memang tak terbendung, tua-muda, petani, karyawan, buruh, PNS, Mahasiswa, Pelajar, semua lapisan rakyat menjadi satu berjalan kaki menuju istana. Tiba di istana jam 15.00, Jokowi-JK diterima oleh SBY-Boediono sekalian mengadakan jamuan terakhir, setelah itu Jokowi mengantarkan SBY ke halaman istana untuk salam perpisahan dan serah terima jabatan. Prosesi ini dilakukan dengan upacara militer, sambil disaksikan oleh masyarakat dari luar istana yang dibatasi oleh kokohnya pagar pembatas halaman istana dengan ribuan rakyat.
Air Mancur di depan Istana

            Naluri rakyat ingin melihat presiden Jokowi lebih dekat semakin tidak terbendung dan mau tidak mau harus dimaui. Apalagi, saat operator truk orasi proJokowi serta relawan Jokowi-JK menyuarakan agar pintu gerbang Istana dibuka “ Kami memohon agar Pintu dibuka, rakyat ingin masuk, rakyat telah merdeka, rakyat ingin bertemu dengan presiden kami” begitulah teriakan operator dengan sound yang lebih kuat yang semakin kuat dan sangat mendesak para penjaga istana yang ada diluar. Beberapa orang telah berhasil menerobos gerbang istana, saya juga ingin masuk kedalam untuk merasakan bagaimana keadaan di tempat paling aman di Indonesia ini. pasukan keamanan serta Paspampres kewalahan dengan ratusan ribu rakyat yang memaksa agar pintu gerbang dibuka. Naluri saya juga tidak tertahankan agar bisa masuk melihat serta ingin berfoto-foto disana. Rakyat semakin kompak “buka, buka, buka, buka!!!”,… Paspampres dan anggota TNI serta POLRI tampak kebingungan dan sudah kewalahan. Setelah mendapat instruksi dari Presiden Jokowi, akhirnya Pintu gerbang dibuka dan “burrrrrrr” rakyat saling berlomba dan berdesak-desakan untuk masuk ke istana.
            Saya adalah salah satu dari sekian banyak dari rakyat yang telah menikmati keadaan istana luar dan dalamnya. Bersama teman saya, Gilang, kami saling bergantian mengabadikan moment dengan mengambil foto melalui telepon genggam saya. Puluhan jepretan  saya bersama teman saya berhasil kami kumpulkan dengan latarbelakang Istana Negara dimana tiang-tiang penyangganya yang kekar, lambang garuda yang kokoh berdiri dipuncak istana, serta warna putih yang mengidentikkannya sebagai Istana Presiden Republik Indonesia. Perasaan senang diaduk dengan bangga, haru, dan semangat baru menjadi bagian dari euforia yang saya rasakan teramat dalam.  Beberapa foto saya yang berlatar bagian depan istana langsung saya abadikan di Facebook dan Instagram saya sendiri. Tak pelak, banyak yang ngelike dan mengomentari foto saya yang berada di depan istana Negara RI.
Jhon Miduk Sitorus bersama kirab budaya di jalan Soedirman


            Dalam benak saya, semoga bapak Presiden Joko Widodo dengan wakilnya Jusuf Kalla benar-benar mampu membawa Indonesia lebih baik dari sebelumnya. Rasa optimis saya akan kedua tokoh ini terutama Jokowi tidak bisa terbantahkan. Harapan rakyat kini tertumpu dipunggungnya, Jokowi telah membukakan pintu istana kepada rakyatnya agar tidak ada jarak antara Presiden dengan rakyatnya. Semua prosesi berjalan dengan lancer, bahkan tidak ada kerusakan sedikitpun yang terjadi di Istana meski ratusan ribu orang menyesaki istana Negara itu. Keberanian Jokowi merangkul dan menerima semua pihak, semoga menjadi awal yang baik selama periode pemerintahannya. Memori ini menjadi salah satu yang terbaik dalam hidupku, sebab tidak bisa sembarangan orang masuk istana Negara, biasanya istana Negara selalu hanya diperuntukkan bagi pejabat Negara dan luar negeri, tetapi Jokowi mengizinkan saya bersama saudara-saudara saya yang lainnya untuk melihat ruang kerjanya. Saya berharap, saya bisa kembali lagi kesana dengan urusan yang lebih penting untuk kepentingan rakyat suatu saat nanti. Terimakasih Joko Widodo, namamu telah tertanam di bumi pertiwi Indonesia.