Selamat Datang Di Tugas Kuliahku, jika butuh softcopy, Silahkan email ke jhonmiduk8@gmail.com. Mohon donasi pulsa ke 081210668660 Untuk Kemajuan Blog, Terimakasih. Roberto Di Matteo sang fenomenal sepakbola era modern | Tugas Kuliahku

Roberto Di Matteo sang fenomenal sepakbola era modern

ROBERTO DI MATTEO,SOSOK SANG FENOMENAL

    Tidak banyak orang menyangka jika seorang asisten pelatih Andreas Villas Boas di Chelsea sukses membawa Chelsea untuk  merengkuh trofi Liga Champions sekaligus piala FA.Hal itu menjadi sangat istimewa karena Chelsea baru pertama kali mengangkat trofi Liga Champions sepanjang partisipasi mereka di Liga Champions Eropa dan bahkan yang pertama kali dalam sejarah klub dan juga tim pertama asal kota London yang sukses merebut trofi Liga Champions dimana sepanjang sejarah Liga Champios,mereka punya rival sekota dalam perebutan Liga Champions yaitu Arsenal,bahkan Tottenham Hotspurs.
    Berawal dari keterpurukan Chelsea dari awal musim 2011/2012 di bawah kepelatihan mantan pelatih FC Porto,Andre Villas Boas hingga awal tahun 2012 .Hal ini membuat sang pemilik langsung tanpa perhitungan melakukan pemecatan terhadap pelatih muda ini.Ingat,Roman Abramovich,adalah pemilik yang tak segan-segan memecat pelatih jika hasilnya tak sesuai harapan,anda masih ingat pelatih tenar seperti Jose Mourinho,Carlo Ancelotti,Marcelo Lippi,Luis Fellippe Scolari, semuanya dipecat karena gagal memberikan piala Liga Champions lantaran dana untuk belanja pemain baru sejak kepemilikan tahun 2003 sudah mengahbiskan lebih dari Rp.10 trilyun.Disayangkan atau tidak,pemecatan AVB justru membuat nama asistennya Roberto Di Matteo semakin dikenal masyarakat dunia.Kemampuan pria berkepala botak ini sempat diragukan berbagai pihak lantaran dia belum pernah membawa tim yang dilatih sebelumya meraih juara (West Bromwich Albion) hanya berpaut di papan bawah liga Inggris bahkan terdegradasi musim 2009/2010.
    Caranya cukup sederhana tetapi sulit.Dia tidak perlu pusing melihat skuad tim,menyusun siapa yang harus masuk jadi tim line up, dan cadangan.Cara pertama yang langsung dia lakukan adalah melakukan pendekatan psikologis terhadap seluruh pemain Chelsea,terutama para pemain senior seperti Frank Lampar,Didier Drogba,John Terry,Ashley Cole,Petr Chech dan para pemain muda lainnya.Dia langsung merangkul semua pemain tanpa membeda-bedakan pemain tua dan pemain muda dimana sebelumnya,para pemain senior tersebut kurang harmonis dengan AVB lantaran hanya dijadikan sebagai pemain cadangan meski peranan mereka sangat vital bagi tim.
    Hasilnya luar biasa.Tak perlu menunggu beberapa musim,hanya butuh satu minggu dibawah arahan Di Matteo,Chelsea sukses membalikkan prediksi orang-orang,bahwa mereka tidak akan lolos dari babak perempat final melawan Napoli karena pada leg pertama mereka di pecundangi di kandang Napoli dengan Skor 3-1.Memang sudah agak mustahil membalikkan skor apalagi mengahdapi tim sekelas Napoli.Tetapi bola memang bundar,di Stamford Bridge (markas Chelsea) mereka sukses membabat Napoli dengan skor 4-1.Dengan agregat 5-4,Chelsea akhinya lolos ke babak semi final mengahadapi juara bertahan sekaligus tim yang paling ditakuti,FC Barcelona.Waktu itu,Di Matteo justru memainkan para pemain senior yang berpengalaman.Frank Lampard mencetak dua gol dan Drogba satu gol,Luar biasa.
    Di Matteo sukses menggunakan kiat suksesnya yaitu “Bekerja dengan Hati” bukan dengan Emosi.Sejak era kepelatihan Di Matteo,Chelsea mengandalkan kombinasi pemain senior dengan para pemain muda.Pelatih yang juga merupakan mantan pemain Chelsea awal tahun 2000 -an,juga sukses membungkam Barcelona di semifinal dengan Skor 1-0 di Stamford Bridge,dan Skor 2-2 di Camp Nou.Jika para tim yang juara selalu menggunakan strategi agresif,namun Di Matteo beda.Dia menggunakan Strategi defensive  parkir bus yaitu menggunakan strategi sepakbola yang bertahan dan menyerang secara tiba-tiba.Di Matteo memanfaatkan segala potensi yang ada secara maksimal.Jika tidak bisa dengan strategi menyerang,maka strategi bertahanpun akan menjadi pilihan.Mungkin strategi bertahan merupakan strategi yang cocok bagi para pemain Chelsea lantaran diisi oleh pemain yang sudah uzur atau kepala tiga.
    Strategi tersebut digunakan hingga penghujung musim.Termasuk ketika melawan Liverpool di Wembey final Piala FA yang akhinya dimenangkan Chelsea dengan skor 2-0.dan sukses menjadi juara.Dua pekan kemudian,giliran Bayern Muenchen yang harus mengakui Strategi Di Matteo.Lewat drama adu penalti,Chelsea sukses menjadi juara dengan skor 1(4)-1(3) di Fussball Arena,Muenchen.Sekali lagi Chelsea juara,kali ini juara Liga Champios Eropa.
    Meski Chelsea berstatus sebagai juara eropa atau tempat terhormat di pentas Eropa,tetapi banyak tim yang melakukan protes dan mengkritik terhadap taktik atau strategi yang digunakan oleh Chelsea.Banyak pihak yang mengatakan bahwa strategi Chelsea telah merusak sepakbola era modern sekarang ini,dengan tidak adanya permainan yang menarik yang dipertontonkan oleh Chelsea sepanjang kompetisi.
Ternyata,untuk menjadi juara itu bukan harus seperti trend yang berlaku dan sedang terjadi sekarang ini.Misalnya harus membeli pemain baru dengan harga yang fantastis,menggunakan jasa pemain muda dan mengesampingkan pemain senior.Hal itu salah.Pentingnya peranan pendekatan hati kepada seluruh pemain dengan strategi yang inovatif dan variatif adalah kunci kesuksesan klub sebagai sebuah tim.Begitu juga dengan hidup ini……………..Terimakasih.                       

                                            By : Jhon Miduk S.